REDAKSI8.COM – Pembangunan Pasar Beuntung berkonsep Tradisional Modern di Jalan RO Ulin H. Idak Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru sudah mendekati 50%. Terbukti dengan hampir seluruh bangunan ruko telah berdiri dan tersusun rapi. Bangunan bisa dilihat dari jalan raya RO Ulin.
Saat didatangi Redaksi8.com, bangunan dengan corak warna putih bercampur coklat, abu-abu, hingga merah dengan motif ukiran khas suku dayak itu dipadukan gaya modern saat ini.
Tampak dari depan, kemegahan pasar baru itu sudah bisa dibayangkan sebelum bisa dikunjungi pada akhir tahun 2020 mendatang. Menurut Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang, Abdussamad, progres pembangunan Pasar baru Batuah di minggu ke 25 tersebut sudah 40,3%.

Para kontraktor sambungnya, mulai melakukan ereksen baja. Dimana fabrikasi bangunan utama Pasar Batuah diolah dan dibentuk langsung di lokasi proyek.
“Kalau bangunan rukonya sudah hampir 100%, tinggal finishing saja. Sementara yang masih banyak itu bagian utamanya,” ungkap Abdussamad.
“Setelah rangka baja mungkin kita akan lanjut dinding lantai dan pelengkap bangunan lainnya,” tambahnya, Selasa (2/6).
Diketahui, pembangunan pasar beuntung berdasarkan kontrak kerjasama dengan PT Media Karya Persero Wilayah III. proyek pemindahan pasar itu akan berakhir hingga Desember 2020 mendatang. Kontrak kerjasama senilai 86 Milyar rupiah dengan Pagu awal sebanyak 104 Milyar rupiah.
Kemudian untuk anggarannya menggunakan dana pinjaman kepada pihak PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) milik BUMN, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI).
Lalu, ada sekitar 1071 pedagang yang akan dipindah dari pasar yang dulu ke pasar yang baru.
Selanjutnya, Pasar Bauntung yang baru akan dibangun seluas 17 ribu meter persegi, sedangkan luas lahannya 39 ribu meter persegi. Di dalamnya ada 3 bentuk bangunan, diantaranya lapak, kios dan ruko. Masing-masing mendapatkan ukuran berbeda. 2×2 meter persegi untuk bangunan lapak, 3×3 meter persegi bangunan kios dan luas ruko mendapatkan 8×4 meter persegi.



