REDAKSI8.COM, BANJAR – Tak banyak yang tahu, di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, tersembunyi sebuah peternakan modern yang jadi pionir dalam produksi susu kambing berkualitas tinggi di Kalimantan Selatan. Peternakan CV Serangkai Anugerah Bahtera, yang kini fokus pada pengembangan kambing jenis Sapera, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar dan Pemerintah Provinsi Kalsel.
Sebagai upaya menjamin mutu dan keamanan pangan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel melakukan monitoring dan pembinaan mutu produk pada Selasa (8/7/2025) lalu. Kegiatan ini sekaligus memastikan seluruh proses produksi di peternakan tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Produksi susu kambing kami saat ini mencapai rata-rata 30 liter per hari, namun permintaan pasar terus meningkat dan belum bisa kami penuhi sepenuhnya,” ungkap Galih, pengelola peternakan, sembari menunjukkan proses pasteurisasi dan pengemasan produk susu.
Yang membanggakan, susu kambing dari CV Serangkai Anugerah Bahtera sudah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjadi bukti bahwa produk lokal Banjar mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
Namun, tantangan tak berhenti di situ. Dalam kunjungan ini, Disbunnak mendorong agar peternakan segera melengkapi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikat Halal, demi memperkuat legalitas dan memperluas jangkauan pasar, termasuk ke ritel modern dan pasar ekspor.
Kepala Disbunnak Provinsi Kalsel, Suparmi, menyampaikan potensi sinergi peternakan dengan sektor perkebunan. Ia menyoroti peluang integrasi antara peternakan kambing dan tanaman karet dalam kerangka Program Bangsibun Bakaret (Pengembangan Koperasi Pekebun Berbasis Kawasan Karet).
“Integrasi ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tapi juga menambah penghasilan pekebun melalui diversifikasi usaha,” jelas Suparmi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Banjar, drh Lulu Vilavardi, menegaskan komitmen Pemkab Banjar dalam mendukung pertumbuhan peternakan berbasis kualitas dan keamanan.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan mutu produk peternakan, termasuk susu kambing, agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Dengan dukungan lintas sektor dan semangat pelaku usaha yang terus berinovasi, Kabupaten Banjar selangkah lebih maju menuju sentra peternakan sehat dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran strategis daerah dalam menyediakan pangan bergizi bagi masyarakat.
Sebagai upaya menjamin mutu dan keamanan pangan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel melakukan monitoring dan pembinaan mutu produk pada Selasa (8/7/2025) lalu. Kegiatan ini sekaligus memastikan seluruh proses produksi di peternakan tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Produksi susu kambing kami saat ini mencapai rata-rata 30 liter per hari, namun permintaan pasar terus meningkat dan belum bisa kami penuhi sepenuhnya,” ungkap Galih, pengelola peternakan, sembari menunjukkan proses pasteurisasi dan pengemasan produk susu.
Yang membanggakan, susu kambing dari CV Serangkai Anugerah Bahtera sudah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjadi bukti bahwa produk lokal Banjar mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
Namun, tantangan tak berhenti di situ. Dalam kunjungan ini, Disbunnak mendorong agar peternakan segera melengkapi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikat Halal, demi memperkuat legalitas dan memperluas jangkauan pasar, termasuk ke ritel modern dan pasar ekspor.
Kepala Disbunnak Provinsi Kalsel, Suparmi, menyampaikan potensi sinergi peternakan dengan sektor perkebunan. Ia menyoroti peluang integrasi antara peternakan kambing dan tanaman karet dalam kerangka Program Bangsibun Bakaret (Pengembangan Koperasi Pekebun Berbasis Kawasan Karet).
“Integrasi ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tapi juga menambah penghasilan pekebun melalui diversifikasi usaha,” jelas Suparmi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Banjar, drh Lulu Vilavardi, menegaskan komitmen Pemkab Banjar dalam mendukung pertumbuhan peternakan berbasis kualitas dan keamanan.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan mutu produk peternakan, termasuk susu kambing, agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Dengan dukungan lintas sektor dan semangat pelaku usaha yang terus berinovasi, Kabupaten Banjar selangkah lebih maju menuju sentra peternakan sehat dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran strategis daerah dalam menyediakan pangan bergizi bagi masyarakat.



