REDAKSI8.COM – Terkait tudingan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Khairul Saleh, adanya 3 perusahan tambang yang menggunakan IUP palsu, ternyata sudah dilaporkan ke Polda Kalsel oleh Advokat Kalimantan Selatan, Badrul Ain Sanusi.
Akan tetapi, sampai sekarang belum ada tindakan dari penegak hukum.
Ia merasa, tindakan wakil rakyat di atas meja parlemen kemarin terwakili dan apa yang menjadi aspirasinya telah disampaikan langsung kepada Kapolri.
Akrab disapa Bang Badrul pun merasa bangga sebagai wujud nyata dari wakil rakyat yang mendengarkan suara rakyat, yang mana beliau langsung meminta Kapolri langsung melakukan penangkapan.
“Kita sangat bangga tentunya, seorang wakil rakyat yang mendengar langsung suara rakyat dan meminta Kapolri untuk menindak tegas dan melakukan penangkpan,” katanya.
“Saya berharap ini segera ditindak lanjut, karena fakta datanya sudah ada, sudah dipegang penyidik tinggal eksekusi,” tungkasnya.
Sebelumnya rinci Badrul, keyakinan dirinya tanda tangan Bupati Banjar II Periode itu dipalsukan, Badrul sendiri telah melakukan crosscek di beberapa instansi, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Bagian Tata Ruang, tidak ditemukan Amdal dan izin usaha tambang.
Badrul melanjutkan, croscek ke ESDM Provinsi pun tidak ditemukan daftar perusahaan tersebut. Lalu dilacak ke Dinas Perizinan Provinsi Kalsel tidak ditemukan. sehingga ia meyakini kuat bahwa adanya dugaan pemalsuan izin.
“Stempel dari Perizinan Provinsi ada disitu tandatangan kepala dinasnya juga ada, tapi ternyata palsu juga,” bongkarnya.
Sebagai tindak lanjut, Ia pun langsung melaporkan hal tersebut ke penegak hukum, namum berjalan waktu Ia menyayangkan sikap aparat yang terkesan lambat.
“Dalam proses perjalannya saya tanyakan bilangnya tidak ada perintah tidak ada perintah yang sifatnya lanjut yang sifatnya dilakukan penangkapan,” bebernya.
Padahal menurutnya sudah melakukan pelaporan sejak bulan januari lalu, namun tidak ada tindakan konkrit.
“Januari saya laporkan sampai saya tanyakan katanya belum ada informasi dari komandan, saya minta penyidik katanya belum ada perintan dari komandan,” sambungnya.



