REDAKSI8.COM – Berdasarkan data-data yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Senin (6/8/18), perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I-2018 jika diukur dari besarnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 43,12 triliun.
Fenomena perkembangan ekonomi Kalsel
Triwulan II 2018 yang berpengaruh terhadap PDRB menurut lapangan usaha diantaranya sudah memasukinya panen raya untuk komodita padi, terjadi perlambatan pada produksi dan ekspor komoditas batubara, dan adanya peningkatan aktivitas penangkapan ikan di laut karena angin barat sudah berakhir.

Selain itu, adanya penangkapan ikan di darat karena digalakkannya program restocking, peningkatan aktivitas penyediaan makanan dan minuman juga disebabkan momen bulan ramadan dan idul fitri, peningkatan nilai tambah administrasi pemerintah didorong oleh pencairan THR bagi PNS, juga berpengaruh terhadap PDRB menurut lapangan usaha.
Kemudian, PDRB menurut kategori lapangan usaha, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang sebesar 20,20%, pertanian sebesar 15,71%, industri 13,57%, perdagangan 9,75% dan lainnya 40,77%.
Sementara itu, fenomena triwulan II yang berpengaruh terhadap PDRB sisi pengeluaran diantaranya bulan ramadan, idul fitri serta persiapan tahun ajaran baru, pelaksanaan pilkada serentak di lima (5) kabupaten (Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tapin, Kabupaten HST dan Kabupaten Tabalong), adanya agenda nasional ijtima ulama komisi fatwa di Ponpes Al-Falah dan kegiatan jambore masyarakat Gambut.

Kontributor terbesar PDRB dari sisi pengeluaran adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga, sedangkan yang terkecil didapat dari pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga.
Disisi lain, Indeks Tendensi Konsumsi Triwulan II-2018, Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kalimantan Selatan pada triwulan I-2018 mencapai 122,32 atau lebih tinggi 23,08 poin dibandingkan dengan triwulan I-2018.
Besarnya nilai ITK Kalsel lebih dari 100 tersebut, menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Kalsel menganggap kondisi perekonomian Kalsel selama triwulan II-2018 jauh lebih baik dibandingkan pada triwulan I-2018.
Besarnya persepsi masyarakat tersebut tidak lepas dari persepsi mereka terhadap tiga komponen penyusun indeks, yaitu komponen pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga serta komponen volume/frekuensi konsumsi barang dan jasa rumah tangga.



