REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat harga sejumlah bahan pokok (bapok) masih berfluktuasi pada pekan kedua Juli 2026.
Meski demikian, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren penurunan, terutama telur ayam ras dan daging ayam, sehingga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

Pemantauan harga pun dilakukan pada 6-10 Juli 2026 di seluruh Kabupaten Kota sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah.
“Pemantauan harga kami lakukan secara rutin di seluruh Kabupaten dan Kota. Hasilnya menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah cepat apabila terjadi lonjakan harga maupun gangguan pasokan,” ujar Kepala Disdag Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, Rabu (15/7/26).
“Alhamdulillah, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren penurunan sehingga diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, bawang merah masih mengalami kenaikan dengan harga tertinggi mencapai Rp55 ribu per kilogram di Kabupaten Tapin, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Barito Kuala sebesar Rp32 ribu per kilogram.
Harga bawang putih juga masih bervariasi, mulai Rp30 ribu per kilogram di Kabupaten Banjar hingga Rp45 ribu per kilogram di Kabupaten Tapin.
Namun, telur ayam ras mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya. Di mana harga tertinggi tercatat Rp34 ribu per kilogram di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedangkan harga terendah berada di Kota Banjarmasin sebesar Rp26 ribu per kilogram.
Sementara komoditas daging ayam ras juga relatif stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Adapun harga tertinggi mencapai Rp40 ribu per kilogram di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, sedangkan harga terendah sebesar Rp22 ribu per kilogram di Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Utara.
Kemudian, harga cabai juga masih cukup tinggi di sejumlah daerah, seperti cabai merah keriting mencapai Rp80 ribu per kilogram di Kabupaten Tanah Bumbu, cabai rawit lokal Rp125 ribu per kilogram di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Meski begitu, beberapa jenis cabai seperti cabai rawit hijau, cabai rawit taji, dan cabai rawit tiung mulai mengalami penurunan harga di sejumlah wilayah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membandingkan harga sebelum membeli, mengutamakan kebutuhan pokok, serta mendukung produk lokal. Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis stabilitas harga pangan di Kalimantan Selatan dapat terus terjaga,” katanya.
Dinas Perdagangan Kalsel juga memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten kota, distributor, dan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi serta ketersediaan bahan pokok.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah arahan Gubernur H. Muhidin berkomitmen menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar,” tuntasnya.



