Sabtu, 4 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Sanatorium Mandiangin, Sejarah ‘Tersembunyi’ yang Menunggu Direstorasi

Dema T. Chrie F. by Dema T. Chrie F.
6 Mei 2019
A A
Sanatorium Mandiangin, Sejarah ‘Tersembunyi’ yang Menunggu Direstorasi

Sisa sisa bangunan Sanatorium Mandiangin. Foto - Dema

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki banyak spot wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Di salah satu spot wisatanya, terdapat sebuah reruntuhan bangunan yang dulunya difungsikan sebagai Rumah Sakit bagi penderita Tuberkulosis (TBC) Paru pada zaman Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda.

Bangunan ini adalah Sanatorium Mandiangin yang dibuka sejak tahun 1940.

Dilansir dari berbagai sumber sejarah, Sanatorium Mandiangin memiliki ruangan yang berfungsi sebagai kantor dan tempat tinggal Kepala Sanatorium, kemudian ruang pengobatan dan asrama inap pasien, dapur, kamar mandi dan toilet.
Sanatorium ini juga dilengkapi dengan tandon dan bak air.

LihatJuga :

Ambisi Living Museum Intan Trisakti Pumpung Cempaka Cari Jalan Keluar

Disperdag Kalsel Genjot UMKM Tembus Pasar Global Lewat Pelatihan Ekspor

Pemprov Kalsel Tekan Aplikator Sesuaikan Tarif Ojol, Cegah Driver Tergerus Inflasi

Antisipasi Karhutla 2026, BPBD Kalsel Minta Daerah Segera Perbaiki Peralatan Rusak

Sanatorium Mandiangin berada di lokasi Bukit Besar dengan jarak 50 Kilometer dari Banjarmasin. Kemudian pada ketinggian 450 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL).

Beberapa orang wisatawan melihat-lihat sisa bangunan Sanatorium. Foto – Dema

Susunan dinding bangunan sanatorium sendiri terdiri dari campuran batu andesit dan semen Portland serta kerikil, kemudian struktur kayu ulin, dinding papan ulin dan atap eternit. Bangunan dilengkapi dengan kamar mandi dan bak air mandi ukuran kecil serta toilet.

Selain itu, terdapat bangunan bak mandi/tandon dari beton pada bagian luar bangunan sanatorium. Bagian jendela menggunakan kaca bertulang.

Pendirian Sanatorium ini atas peran Stiching Centrale Vereeniging tot Bestrijding der Tuberculose (SCVI) atas dasar bahwa pada awal Abad ke 19, penyakit tuberkulosis paru (TBC atau TB) merupakan penyakit rakyat di seluruh rakyat Hindia Belanda. SCVI mendapat subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda.

Arsitek yang membangun sanatorium dan fasilitasnya adalah A.W, Rynders yang pada tahun 1939 tercatat sebagai arsitek di wilayah Zuid en Oost Borneo. Pada tahun 1943, setelah Jepang menguasai Kalimantan (Borneo), Sanatorium Mandiangin tidak difungsikan lagi.

Tandon/bak penampungan air di sanatorium. Foto – Dema

Karena posisinya yang tersembunyi dan masih dikelilingi semak belukar, pengunjung atau wisatawan bisa melewati jalan setapak dari susunan batu gunung selebar 1 meter untuk menuju Sanatorium yang berada di sebelah barat daya dari Pesanggrahan Belanda.

Kepala UPT Tahura Sultan Adam Mandiangin, Rahmad Riansyah baru baru tadi kepada redaksi8.com mengungkapkan tak banyak yang tersisa dari bangunan sanitorium ini, hanya susunan pondasi dinding bangunan yang dibuat dari campuran batu andesit, semen portland dan kerikil.

“Selain itu, ada 3 buah tandon besar dari beton yang tertanam dalam tanah sebagai tempat menampung air untuk keperluan rumah sakit ini,” ujar Rahmad.

Sisa bangunan yang diduga difungsikan sebagai kamar mandi. Foto – Dema

Sanatorium Mandiangin ini ungkap Rahmad, pada tahun 2019 ini akan mulai direstorasi ulang sebagaimana Rumah Pesanggrahan.

“Untuk tahun 2019 ini ada sekitar tiga bangunan utama yang akan kita restorasi, pertama Sanatorium yang dulunya diresmikan pada tahun 1939 kemudian rumah jaga yang berada di samping Pesanggrahan Belanda dan rumah pendamping. Pembangunan ini akan menelan dana sebesar 2,5 miliar rupiah, dilengkapi dengan area parkir dan penerangan jalan,” terangnya.

Share62Tweet32Send

Related Posts

Hayu Liburan ke Pantai Batakan

Hayu Liburan ke Pantai Batakan

by angga sasmita
30 Juni 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN - Mengarungi 105 km dengan waktu 2 jam 25 menit perjalanan dari Banjarmasin ke destinasi Pantai Batakan Baru...

Sisi Gelap ‘Pers Pemeras’, Kala Pena Berganti AI dan Kode Etik Menjadi Komoditas

Sisi Gelap ‘Pers Pemeras’, Kala Pena Berganti AI dan Kode Etik Menjadi Komoditas

by Ramadhani MTD.
15 Juni 2026

Penulis: Ramadhani Damoiko Dunia jurnalistik Indonesia hari ini tengah menghadapi musuh dalam selimut yang kian mengkhawatirkan. Alih-alih menjalankan fungsi sebagai...

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

by Ramadhani MTD.
15 Juni 2026

REDAKSI8.COM, MUARA KINTAP  – Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Muara Kintap memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In