REDAKSI8.COM, KALSEL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat kesiapan menghadapi musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 dengan menekankan pembenahan peralatan dan kesiapan personel di seluruh Kabupaten Kota.
Langkah itu diawali melalui koordinasi lintas daerah yang melibatkan seluruh BPBD Kabupaten Kota se-Kalsel, guna memastikan kesiapan teknis di lapangan lebih terukur sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra menyebut, pihaknya telah menggelar Desk Relawan yang dihadiri seluruh Kepala Pelaksana BPBD dari 13 Kabupaten Kota untuk menyamakan langkah penanganan.
“Kita menyamakan persepsi, update SOP yang harus dilaksanakan apabila terjadi karhutla, selain itu juga pendataan personil dan juga pendataan peralatan,” ucapnya, Rabu (29/4/26).
Pada forum tersebut, penekanan utama diarahkan pada kesiapan riil di lapangan, khususnya terkait kondisi peralatan pemadam yang harus dalam keadaan optimal serta ketersediaan personel yang terdata dengan baik.
“Kami mengimbau rekan-rekan di Kabupaten Kota untuk segera mendata personel dan melakukan perbaikan jika ada peralatan yang rusak atau perlu diperbaharui. Semuanya harus siap pakai sebelum memasuki masa puncak,” imbaunya.
Selain kesiapan sarana, BPBD Kalsel juga mendorong penguatan peran daerah sebagai garda terdepan dalam penanganan awal karhutla, agar titik api dapat ditangani lebih cepat tanpa harus menunggu intervensi skala besar dari provinsi.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena mampu mempercepat respons sekaligus menekan biaya mobilisasi, terutama di wilayah rawan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Selain itu kita bisa mengurangi time response terhadap bencana. Artinya efisiensi dan efektivitas penanggulangan kebakaran bisa lebih kita tingkatkan,” jelasnya.
Dengan adanya penguatan koordinasi, kesiapan peralatan, serta optimalisasi peran daerah, BPBD Kalsel menargetkan penanganan karhutla tahun ini dapat berjalan lebih cepat dan terukur.
“Serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat,” tuntasnya.



