REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dipastikan bakal berlangsung semarak dengan kehadiran tamu internasional.
Perwakilan Kedutaan Besar Republik Islam Iran dijadwalkan hadir dalam rangkaian Kalsel Expo 2026 yang digelar untuk memeriahkan hari jadi daerah tersebut.

Kepastian itu mengemuka dalam ajang bincang santai antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama insan pers di Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).
Selain diplomat dari Iran, Pemprov Kalsel turut mengundang sejumlah pejabat pusat dari Jakarta, termasuk perwakilan DPR-RI, DPD-RI, serta pejabat kementerian.
Harjad Kalsel kali ini mengusung tema Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju (Kokoh Memelihara, Bekerja Cepat, Daerah Maju).
”Forum ini memang sengaja dibuat santai agar kita bisa berbicara lebih terbuka, saling bertukar informasi, dan menyamakan langkah menjelang puncak Hari Jadi,” ujar Syarifuddin.
Syarifuddin mengungkapkan, puncak peringatan Harjad ke-76 Kalsel mengalami penyesuaian jadwal.
Agenda yang semula direncanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dimajukan menjadi Kamis, 13 Agustus 2026, dan dipusatkan di halaman Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Peringatan tahun ini dirangkai dengan peresmian masjid tersebut yang diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus destinasi wisata religi di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, gelaran pameran pembangunan Kalsel Expo 2026 berlangsung pada 12–18 Agustus 2026 di kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
Event itu menghadirkan ratusan stan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku UMKM, hingga sajian hiburan rakyat.
”Mungkin kita mengundang para wakil kita yang ada di DPR-RI maupun DPD-RI, dan juga kita akan mengundang dari kementerian, dan tadi jelas akan ada partisipasi dari kedutaan besar Iran,” ungkap Syarifuddin.
Untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan pengunjung, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan layanan bus gratis.
Bus armada khusus itu nantinya beroperasi setiap hari selama Kalsel Expo berlangsung, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.
Syarifuddin menegaskan momentum peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang evaluasi hasil pembangunan serta penguatan komitmen kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak insan pers berperan aktif menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menepis hoaks.
”Kita lihat sekarang, secara nasional banyak berita yang mengganggu. Mudah-mudahan melalui media, kita bisa menunjukkan kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas. Karena itu hari ini Diskominfo menginisiasi pertemuan dengan para media,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim, menjelaskan, bincang media tersebut fokus membahas tiga hal utama, yakni persiapan Hari Jadi ke-76 Kalsel, pelaksanaan Kalsel Expo 2026, serta pemaparan capaian 10 visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel dari berbagai OPD.
”SKPD terkait sudah menjelaskan semua capaian pembangunan. Harapannya teman-teman media bisa mempublikasikannya,” bebernya.
Muslim menyoroti pentingnya sinergi strategis antara pemerintah dan pers sebagai sarana transparansi publik dan edukasi masyarakat.
”Satu kegiatan, kalau diinformasikan dengan baik oleh wartawan dampaknya sangat besar. Sebaliknya, kalau tidak diinformasikan, sama dengan tidak ada kegiatan,” tegasnya.
Menurutnya, kemitraan antara Pemprov dan media massa merupakan wujud keterbukaan informasi yang saling melengkapi dalam mengawal pembangunan Banua.
”Ini satu mata uang dua sisi antara media dan pemerintah. Pemerintah bekerja, media menyampaikan. Walaupun masih ada kekurangan, tapi yang sudah dilakukan pemerintah juga cukup banyak,” pungkasnya.



