Redaksi8.com – Akibat ditutupnya Jembatan Sungai Ulin dan pengalihan arus di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 31, Kota Banjarbaru, sejumlah pedagang dan pengusaha mengalami kesulitan.
Setelah resmi ditutup total pada Selasa (10/6/25) lalu, banyak dari warga sekitar yang melontarkan keluhannya.

Salah satunya, pemilik warung kelontong di kawasan tersebut, Latifah mengaku sudah mengalami kesulitan bejualan sejak hari pertama penutupan jalan.
“Seminggu atau setengah bulan sudah pusing mikirkan mengongkosi anak sekolah, kalau ditutup gimana anak sekolah, makan, usaha gak ada lagi ulun,” ujarnya.
Latifah menuturkan, bagaimana nasib ekonominya yang hanya mengandalkan usaha warung saja.
Bahkan, dari warga lain pun belum mendapati pihak terkait yang mencoba berkonsultasi dengan masyarakat di sekitar kawasan jalan yang ditutup.
“Ini bukannya terdampak lagi ini mati, intinya yang baiknya gimana untuk kami pengusaha di sini,” imbuhnya.
Senada, pedagang di Pasar Sajumput kawasan Satbrimob Polda Kalsel, Yuliatin juga mengatakan, ikut terdampak dari adanya penutupan jembatan dan pengalihan arus lalu lintas.
“Makanya kita ini kalau ditutup gak dikasih jalan nggak ada putar baliknya kita kena dampaknya, usahanya jadi sepi,” ucapnya.
Padahal, pasar tersebut ramai hanya setiap pagi saja dan buka sampai pukul 11.00 Wita.
Sehingga Ia mempertanyakan apakah pihak terkait telah berizin kepada Ketua RT setempat, namun ternyata nihil.
“Pasar kecil ini kalau jam 11 saja sudah tutup, jadi yang ramai itu pagi apalagi pengantar anak-anak sekolah TK itu muter baliknya ke situ,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera menyampaikan, telah mendapati aspirasi dari para pedagang yang terdampak penutupan arus jalan.
“Sudah ditindak lanjuti insyaAllah mungkin dalam waktu dekat kita akan turun ke lapangan untuk mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi mereka,” katanya, Kamis (12/6/25).
DPRD Banjarbaru saat ini sedang mencari solusi
dengan berkoordinasi dengan dinas terkait khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru.
“Apakah kalau memang memungkinkan kita coba rekayasa ulang dan dikaji kembali agar arusnya ini tidak ditutup mati,” ungkapnya.
Harapannya, solusi yang didapatkan yaitu masyarakat tetap bisa melintasi jalan dengan aman dan juga tidak ada pedagang atau pengusaha di kawasan tersebut yang terdampak ekonominya.
“Harapannya bisa tapi masih minta izin dari rekomendasi balai jalan,” tutupnya.



