REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG- Ditengah pembangunan infrastruktur dan perbaikan jalan yang gencar di lakukan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung, Warga masih mengeluh karena daerahnya belum tersentuh sejak dipimpin Herman H.N 2010-2020 dan Eva Dwiana 2020 – 2025. Masalah pemerataan pembangunan salah satunya dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Labuhan Ratu yang hingga kini masih harus bergulat dengan kondisi jalan rusak parah dan minim perbaikan.
Diungkapkan Asmaria Jl. Bumi Manti 1 Gg. M said, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, pada Senin, (29/12/2025). Ia mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya yang sudah lama rusak dan berlubang namun tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.
“Jalan ini sudah lama rusak dan berlubang serta becek sekali, karena tidak ada siring bila hujan turun, sejak zaman Pak Herman HN sampai sekarang Bunda Eva jadi Wali Kota. Sudah empat kali pemilihan kepala daerah, tapi kondisinya ya tetap begini-begini saja,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ditambahkan Melati Mariana, yang juga warga tersebut, beberapa kali sudah ada pihak yang datang untuk melakukan survei dan pendataan perbaikan jalan. Namun, hingga kini tak ada tindak lanjut nyata di lapangan.

“Sudah pernah ada petugas datang untuk mengecek dan katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan, karena lubang-lubangnya sangat dalam sehingga tidak nyaman dilalui pengendara motor dan mobil baik pelajar dan mahasiswa,” tambahnya.
Hal senda disampaikan Maya Fabilia Putri yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PSI Kecamatan Labuhan Ratu menilai, perhatian Pemerintah Kota terhadap infrastruktur di wilayahnya masih kurang maksimal. Padahal, Wali Kota Eva Dwiana kerap turun ke lapangan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
“Bunda Eva sering turun langsung ke masyarakat lewat kegiatan pengajian, tapi untuk urusan infrastruktur, terutama jalan, sepertinya belum jadi prioritas. Kami harap beliau bisa melakukan sidak langsung agar masalah ini benar-benar diperhatikan,” tutur Maya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rusaknya Jalan Kampung Baru bukan tanpa sebab. Setiap hari, jalan tersebut dilewati kendaraan roda empat dan roda dua selain jadi akses Pendidikan bagi mahasiswa dan pelajar, ditambah dengan kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan sehingga memperparah kerusakan.



“Kerusakannya makin parah karena sering dilalui kendaraan. Apalagi kalau musim hujan, air tergenang dan bikin lubang makin dalam sehingga kerap dikeluhkan bagi pelajar dan mahasiswa yang menggunakan akses jalan tersebut,” jelasnya.
Tak hanya meminta perhatian dari Pemerintah Kota Bandarlampung, Maya juga berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat turun tangan, terutama Gubernur yang dinilai belum terlihat langkah nyata dalam pemerataan pembangunan.
“Sejak dilantik, Pak Gubernur belum terlihat turun langsung atau memberikan perhatian untuk wilayah Labuhan Ratu. Kami berharap tahun ini ada pembangunan atau perbaikan infrastruktur di sini,” pungkasnya.



