REDAKSI8.COM, LAMPUNG SELATAN — Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa agar terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Mahasiswa, menurutnya, bukan hanya agen kritik, tetapi juga motor perubahan sosial yang dibutuhkan pemerintah.
Komitmen tersebut disampaikan Wabup Syaiful saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Selatan Periode 2026–2027 yang dirangkaikan dengan pelepasan Program IMM Masuk Desa, Selasa (20/1/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Sebesi Kantor PKK Lampung Selatan ini mengusung tema “Transformasi IMM Menata Bumi Khagom Mufakat”. Tema tersebut menjadi penegasan peran IMM sebagai kekuatan intelektual muda dalam mendorong pembangunan daerah yang berlandaskan gotong royong dan kebersamaan.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Lampung Selatan, Wabup Syaiful menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PC IMM yang baru dilantik. Ia menilai IMM sebagai mitra strategis pemerintah, bukan hanya menyuarakan gagasan kritis, tetapi juga hadir memberi solusi nyata di tengah masyarakat.
“Perencanaan dan pembangunan daerah yang baik harus melibatkan semua unsur, termasuk semangat muda dan intelektual mahasiswa. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sangat terbuka terhadap partisipasi aktif IMM,” tegasnya.
Terkait Program IMM Masuk Desa, Wabup Syaiful menyatakan dukungan penuh karena dinilai sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Kehadiran kader mahasiswa di desa-desa diyakini mampu menjadi katalisator penguatan kapasitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga kelembagaan sosial.
“BUMDes, UMKM, kelompok tani, PAUD, hingga pondok pesantren di pelosok desa membutuhkan sentuhan energi muda. Ini bukan sekadar turun ke lapangan, tetapi membangun kesadaran kolektif dan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Widodo, melaporkan bahwa kepengurusan PC IMM Lampung Selatan periode 2026–2027 berjumlah 37 orang, terdiri atas 3 pimpinan teras, 17 ketua bidang, dan 17 sekretaris bidang. Dalam pelantikan tersebut, Mesyur Cindy Ahmad Syarif resmi dilantik sebagai Ketua Umum, didampingi M. Miftahussalam Mun’im sebagai Sekretaris Umum dan Hafis Faisol sebagai Bendahara Umum.
Widodo juga menjelaskan, Program IMM Masuk Desa akan diterjunkan dalam 10 kelompok yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Bakauheni, Way Sulan, Sragi, Rajabasa, dan Candipuro. Setiap kelompok beranggotakan 10 kader dengan pendampingan tiga hingga lima instruktur.
“Masing-masing kelompok telah menyusun program kerja berupa pelatihan organisasi serta kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas warga di tingkat kecamatan,” jelasnya.
Wabup Syaiful berharap transformasi IMM tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga melahirkan gerakan sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan menjadi mitra kritis sekaligus kolaboratif dalam mewujudkan Lampung Selatan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.



