REDAKSI8.COM – Update perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 walau di pusat tidak ada pres release lagi, untuk kabupaten Banjar tetap akan dilaksanakan melalui video conference sebanyak 2 kali selama 1 minggu, asal tidak berbenturan dengan agenda lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten banjar dr Diauddin sekaligus juru bicara GTPP Covid-19 kabupaten Banjar mengatakan kasus positif sendiri terus meningkat sebanyak 29 orang menjadi 536 kasus dengan jumlah meninggal menjadi 31 orang hingga Kamis (23/7/2020) kemaren.
“Sementara yang sembuh ada 228 orang, bertambah 5 orang. Sekarang kita sudah memakai pedoman revisi kelima, tinggal menunggu evaluasi yang dilakukan terhadap pasien positif, kemungkinan kasus positif ditempat kita akan habis karena banyak yang sembuh berdasarkan pedoman tersebut. Kita juga menunggu hasil swab 255 sampel yang belum keluar,” sebutnya.
Dalam pedoman revisi kelima ini, pasien positif bisa dinyatakan sehat setelah ada surat dari dokter yang menyatakan bebas gejala dan hanya tes swab pertama yang diperlukan, sementara swab untuk evaluasi tidak diperlukan lagi.
“Bahkan daerah kita ditarget untuk melakukan swab sebanyak 80 sampel setiap hari dan diutamakan bagi mereka yang mengalami gejala demam, pilek dan batuk tanpa harus ada riwayat kontak karena kita ada di zona merah. Setelah hasil swab menyatakan positif, tinggal melakukan isolasi selama 10-14 hari. Masa isolasi sekarang sudah jelas, tidak seperti sebelumnya,” bebernya.
Diauddin menambahkan mereka yang punya kontak erat dengan pasien positif pun saat ini tidak perlu lagi mengikuti rapid tes maupun tes swab, cukup melakukan isolasi mandiri.
“Beberapa waktu yang lalu kita mengumpulkan relawan dari desa dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi penanganan Covid-19 berdasarkan pedoman baru ini. Mudah-mudahan kita dapat menekan kasus Covid-19 di Kabupaten Banjar ke depannya,” harapnya.



