REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kelangkaan air di wilayah Landasan Ulin kini mendapat solusi konkret.
Melalui kolaborasi strategis, PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor meresmikan fasilitas sumur bor di lokasi Kelompok Pembudidaya Ikan KASSA, Jalan Kasturi I, Kelurahan Syamsudin Noor, Jumat (13/02/2026).


Fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi penopang sektor perikanan, namun juga diproyeksikan sebagai infrastruktur krusial dalam menghadapi ancaman tahunan di Kalimantan Selatan, yakni Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Pemerintah Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Sirajoni menegaskan, keberadaan sumur bor menyentuh dua aspek sekaligus.
Pertama ekonomi produktif dan kedua keselamatan lingkungan.
“Kita menyadari bahwa tantangan ketersediaan air di Landasan Ulin tidak hanya berkaitan dengan usaha perikanan, tetapi juga sangat vital untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjadi isu penting di Kota Banjarbaru,” ujar Sirajoni.
Pembangunan itu dirancang dengan visi jangka panjang.
Selain mendukung operasional pembudidaya ikan, akses air bersih ini juga dibuka untuk warga di lingkungan RT 032/RW 007 guna memastikan ketahanan air masyarakat sekitar tetap terjaga, terutama saat musim kemarau tiba.
Pemkot Banjarbaru menilai langkah yang diambil PT Pertamina Patra Niaga merupakan bentuk tanggung jawab sosial (CSR) yang tepat sasaran karena tidak bersifat konsumtif atau bantuan sesaat.
“Program ini mencerminkan praktik CSR yang baik karena tidak bersifat bantuan sesaat, melainkan menghadirkan solusi jangka panjang. Kami berharap fasilitas ini dikelola dengan optimal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan oleh kelompok penerima manfaat,” tambah Sirajoni.
Dengan keberhasilan integrasi bantuan ini, pemerintah berharap sektor swasta lainnya dapat mengikuti jejak serupa dengan program yang tanggap terhadap kebutuhan lokal yang mendesak.
“Harapan kita, program ini menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Banjarbaru guna memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.



