REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) menegaskan komitmennya dalam merespons arus modernisasi dengan menyoroti peran etika dan sentuhan manusia di tengah masifnya penggunaan kecerdasan artifisial (AI).
Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran International Conference on Instructional Leadership Based on AI for a Gold Generation yang diselenggarakan secara hybrid di Lecture Theater, General Building ULM dan platform Zoom pada Kamis (27/8/2026).


Forum internasional yang menggalang kolaborasi akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina itu menguraikan bagaimana teknologi mutakhir dapat diintegrasikan ke dalam kepemimpinan pembelajaran tanpa mengikis nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Penyelenggaraan konferensi yang diinisiasi oleh lima program studi lintas jenjang di FKIP ULM ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik untuk merumuskan arah pendidikan era modern.
Penggunaan AI dinilai perlu diarahkan secara tepat agar tidak sekadar menjadi alat teknis, melainkan sarana pendukung bagi pembentukan karakter peserta didik. Ketua Pelaksana, Dr. Noorhapizah menyampaikan pentingnya melampaui sekat disiplin ilmu dalam memanfaatkan kemajuan zaman.
“Marilah kita menjadikan konferensi ini sebagai kesempatan untuk berpikir melampaui batas, berkolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas negara, serta bersama-sama membangun masa depan pendidikan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembelajaran digital tetap bergantung pada kesadaran etis penggunanya.
“Masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seberapa maju teknologi yang kita miliki, tetapi juga oleh seberapa bijaksana kita menggunakan teknologi tersebut demi kebaikan generasi mendatang,” lanjutnya.
Perspektif senada mengenai posisi vital figur pendidik di era digital ditunjukkan oleh pimpinan fakultas.
Meski kecerdasan buatan menawarkan kemudahan akses dan efisiensi, peran kepemimpinan instruksional manusia dinilai tidak akan pernah bisa tergantikan sepenuhnya oleh algoritma.
Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP ULM, Prof. Dr. Deasy Arisanty menekankan, kepemimpinan pembelajaran tetap memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar, aktif berpartisipasi, berpikir kritis, kreatif, adaptif, kolaboratif, etis, dan bertanggung jawab.



