REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Selangkah lagi proses pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Periode 2026-2029 kini telah memasuki tahap akhir.
Para kandidat rektor dijadwalkan harus menjalani tahapan krusial berupa sesi wawancara langsung dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).


Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor ULM Periode 2026-2029, Ifran menyampaikan, momen penentuan kepemimpinan kampus tertua di Kalimantan Selatan itu pada dasarnya tinggal selangkah lagi.
Sesi wawancara dengan menteri menjadi salah satu proses yang mesti dilalui.
Sebab, hasil sesi wawancara tersebut nantinya akan menjadi bahan penilain menteri untuk menentukan pilihan di pemungutan suara pada bulan September mendatang.
“Rencana wawancara pak menteri hari Selasa kemarin (25/8/2026) pukul 19.30, tapi di reschedule karena pak menteri ada agenda dadakan. Kami masih menunggu informasi selanjutnya (informasi dari kementerian<-red),” ungkapnya saat di hubungi Redaksi8.com, Jumat (28/8) siang.
Diketahui, dari total 100 persen hak suara yang diperebutkan saat masa pencoblosan nanti, sebanyak 35 persen di antaranya merupakan hak suara penuh dari menteri, sisanya dari senat.
“Wawancara nanti hanya sebagai bahan penilaian pak menteri saja,” bebernya melalui sambungan telepon.
Meskipun terjadi penyesuaian agenda dari kementerian, pihak panitia pelaksana menegaskan, tahapan tetap berjalan sesuai rancangan garis waktu yang telah disusun sebelumnya.
Pelaksanaan pemungutan suara yang sudah dijadwalkan panitia pemilihan rektor ULM direncanakan akan digelar pada tanggal 2 September 2026 mendatang.
Pihak panitia pun berharap koordinasi bersama kementerian dapat segera rampung dalam waktu dekat supaya seluruh tahapan dapat berjalan lancar hingga hari pemungutan suara akhir.
“Mudahan dalam waktu dekat ini sudah wawancara (meneteri<-red),” tukasnya.
“Yang datang saat pencoblosan dari kementerian nanti bisa Pak Menteri langsung atau Kuasa Menteri yang mewakili,” pungkasnya.



