REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat komitmennya dalam memerangi angka putus sekolah di banua.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Dr. Ir. Galuh Tantri Narindra saat menghadiri kegiatan penguatan kelembagaan pendidikan non-formal di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalsel, Senin – Rabu (2-4/3/2026).
Kegiatan bertajuk Penguatan Kelembagaan Pendidikan Non-Formal dalam Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penanganan Anak Putus Sekolah Tahun 2026 itu menjadi momentum penting dalam menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat, daerah dan penyelenggara pendidikan di lapangan.
Dalam paparannya bersama Bidang Pembinaan SMA, Tantri menekankan, jalur pendidikan formal bukan satu-satunya jalan untuk mencetak generasi unggul.
Menurutnya, pentingnya peran lembaga pendidikan non-formal sebagai jaring pengaman bagi anak-anak yang karena berbagai kendala tidak mampu menempuh jalur reguler.
“Mari kita terus bekerja bersama demi menciptakan generasi Banua yang unggul, berkarakter, dan berpendidikan!,” ujarnya kepada wartawan Redaksi8.com baru-baru tadi.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam kegiatan ini meliputi akselerasi data, sinkronisasi data anak putus sekolah agar intervensi tepat sasaran.
Lalu peningkatan mutu, menjamin kualitas lulusan pendidikan non-formal setara dengan pendidikan formal.
Kemudian kolaborasi strategis, Membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara SMA/SMK dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Langkah itu diharapkan mampu menciptakan Generasi Banua yang tidak hanya berpendidikan secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing tinggi.
Dengan sinergi yang solid, Disdikbud Kalsel optimis angka putus sekolah di Kalimantan Selatan akan terus menurun secara signifikan ke tahun-tahun mendatang.



