Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (13/7) ini bukan sekadar ajang unjuk bakat dalam olahraga dan seni. Lebih dari itu, Porseni menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas jemaat dan memperkuat semangat pelayanan umat Kristiani di dua provinsi.
Bupati Kotabaru, H. Muh. Rusli, S.Sos, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan H. Minggu Basuki, menyambut hangat seluruh peserta dan tamu undangan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata kompetisi, namun juga media menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan solidaritas.
“Porseni ini menjadi ruang tumbuhnya generasi yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing, serta menjunjung nilai-nilai kekeluargaan lintas jemaat,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos, yang hadir langsung dalam acara. Ia berharap Porseni PKB GPIB Kalselteng bisa menjadi ajang pencarian potensi dan penguatan kebersamaan umat Kristiani di wilayah Kalimantan.
Ketua Panitia, Martin Tatali, menjelaskan bahwa ajang Porseni tahun ini diikuti oleh enam jemaat GPIB, yakni:
1. GPIB “Sola Gratia” Batulicin
2. GPIB “Ebenhazer” Palangkaraya
3. GPIB “Immanuel” Landasan Ulin Banjarbaru
4. GPIB “Effatha” Guntung Payung
5. GPIB “Maranatha” Banjarmasin
6. GPIB “Immanuel” Kotabaru (tuan rumah)
Peserta bertanding di enam cabang olahraga dan satu cabang seni: senam, bola voli, bulu tangkis, catur, tenis meja, domino, serta paduan suara. Antusiasme dan semangat kompetitif para bapak jemaat begitu terasa di setiap pertandingan.
Kepala Kemenag Kotabaru, H. Akhmad Kamal, yang juga turut hadir, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata silaturahmi dan semangat pelayanan yang menyatukan berbagai daerah.
“Ini adalah momen untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat jaringan pelayanan, dan sekaligus memperkenalkan keindahan wisata Kotabaru kepada tamu-tamu dari luar daerah,” ucapnya.
Tak ketinggalan, sejumlah pejabat turut hadir memberi dukungan, seperti Kabagops Polres Kotabaru Kompol Abdul Rauf, Kepala Disparpora Sony Tua Halomoan, Kepala Desa Dirgahayu Lukman Hakim, serta perwakilan Kodim 1004/KTB.
Menurut Martin, Porseni ini merupakan penyelenggaraan keempat sejak pertama kali digelar di Batulicin (2015), lalu Palangkaraya (2017), dan Banjarbaru (2019). Agenda tahun 2021 sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.
“Puji Tuhan, tahun ini bisa terlaksana. Kami panitia mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan,” ucap Martin penuh haru.
Ia juga menegaskan semangat utama kegiatan ini selaras dengan motto Pelkat PKB: Tangguh dan Luwes.
“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya untuk bersaing, tapi juga mempererat tali persaudaraan, serta membina karakter kaum bapak yang penuh kasih dan persatuan,” pungkasnya.



