REDAKSI8.COM, BANJAR – Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kabupaten Banjar terus diperkuat. Tak hanya dituntut mampu menjaga ketenteraman lingkungan, personel Satlinmas juga dipersiapkan menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat terjadi di tengah masyarakat.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pelatihan Dasar Satlinmas yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar dengan mengusung tema “Peran Satlinmas dalam Mendukung Program Pemerintah Daerah”.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, dan dibuka Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Selasa (6/10/2026) pagi.

Turut hadir Kasatpol PP Banjar Yuana Karta Abidin, sejumlah pejabat terkait, narasumber serta unsur lintas sektor yang terlibat dalam pelatihan.

Di hadapan para peserta, Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi atas kontribusi Satlinmas yang selama ini turut membantu masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan desa.

Dengan jumlah personel yang mencapai sekitar 3.000 anggota, menurutnya Satlinmas memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerintah daerah, terutama melalui sinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparatur desa.

“Kita ingin Satlinmas semakin diakui keberadaannya dan benar-benar terbukti melalui aksi. Sebagai kepala daerah, saya menaruh harapan yang besar di pundak bapak/ibu sekalian,” ujar Saidi.

Ia menekankan pentingnya soliditas kelembagaan, kedisiplinan serta pemahaman terhadap batas tugas dan kewenangan. Para anggota juga diminta menguasai kemampuan teknis yang dibutuhkan ketika berhadapan dengan kondisi darurat di lapangan.

Mulai dari pertolongan pertama, penanganan kebakaran, hingga membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

Saidi berharap para anggota Satlinmas tetap kompak dalam satu komando dan mampu menjaga marwah kelembagaan saat menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

“Dedikasi dan pengorbanan yang diberikan adalah kunci penting terwujudnya lingkungan pemerintahan daerah yang aman, kokoh dan berdaya tahan tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Banjar Yuana Karta Abidin menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggota Satlinmas di tingkat desa.

Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan. Mereka merupakan perwakilan Satlinmas dari tiga kecamatan, yakni Martapura Kota, Aranio dan Karang Intan.

Materi pelatihan disusun untuk memberikan kemampuan dasar yang aplikatif sehingga anggota tidak hanya memahami tugas secara teori, tetapi juga mampu mengambil tindakan awal ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

Pembekalan meliputi Latihan Baris-Berbaris (PBB), penanganan kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penanganan bencana hingga penanganan hewan buas.

Pelatihan juga melibatkan berbagai instansi lintas sektor. Di antaranya Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, TNI/Polri, Satpol PP, Bakesbangpol, BPBD, DPKP dan Basarnas.

Sementara aspek kesehatan peserta turut mendapat perhatian melalui pengawasan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi prima selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Yuana berharap pelatihan tersebut melahirkan personel Satlinmas yang lebih tanggap dan siap menjadi ujung tombak penanganan awal di tingkat desa.

“Secara bertahap, pelatihan ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh anggota Satlinmas di Kabupaten Banjar yang jumlahnya sekitar 2.900 personel,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banjar juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah anggota Satlinmas dari Kecamatan Martapura dan Karang Intan.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama 10 hingga 20 tahun di desa masing-masing.

Penghargaan itu sekaligus menjadi penanda bahwa penguatan Satlinmas tidak hanya berbicara mengenai kemampuan teknis, tetapi juga penghargaan terhadap pengabdian mereka yang selama bertahun-tahun hadir di tengah masyarakat.

Dengan pembekalan yang semakin terarah dan sinergi lintas sektor yang diperkuat, Satlinmas diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional, responsif dan tetap berada dalam koridor tugas serta kewenangan yang dimiliki.