REDAKSI8.COM, KALSEL – Satuan tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak (BBM) Polres Banjarbaru menyisir sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan AKR di Kota Banjarbaru, Jumat (15/5/26), menyusul keluhan sopir angkutan terkait dugaan pungutan liar (pungli) parkir dan antrean Biosolar.
Infeksi mendadak (sidak) dilakukan sebagai tindaklanjut pasca aksi unjuk rasa para sopir di depan Kantor Gubernur Kalsel beberapa waktu lalu.
Petugas memeriksa langsung kondisi distribusi BBM sekaligus memastikan tidak ada lagi praktik pungli di lapangan.
Kegiatan dipimpin Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Agus Sugianto bersama Kasat Reskrim, AKP Ari Handoyo itu menyasar 5 titik vital, di antaranya AKR di kawasan Trikora, Liang Anggang dan 2 SPBU Jalan Ahmad Yani Kota Banjarbaru.
Dari hasil pemantauan sementara, distribusi BBM terpantau berjalan normal dan antrean kendaraan mulai terkendali.
“Kita lakukan kegiatan, disaksikan langsung oleh rekan-rekan media kita cross-check bahwa diakui para sopir tidak ada ditemukan lagi adanya pungutan, baik parkir maupun prioritas antrian atau pungutan-pungutan lain dari para preman,” ujar Kompol Agus Sugianto saat diwawancarai.
Ia menegaskan, pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan rutin untuk mencegah supaya praktik serupa tidak kembali terjadi.
“Kita langsung melakukan dialog dengan sopir, bahwa situasi yang sekarang sudah normal dan sudah tidak ada lagi hal-hal yang dipungut dari para sopir tersebut,” jelasnya.
Polres Banjarbaru memberikan peringatan keras kepada para oknum-oknum yang mencoba bermain di area SPBU, dan membuka layanan pengaduan bagi sopir apabila kembali menemukan dugaan pungli ataupun intimidasi.
“Bila memang masih ada pungutan, silakan laporkan kepada kami. Kami siap menindaklanjuti 24 jam. Pengawasan rutin akan terus kami pertahankan demi kenyamanan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu sopir angkutan serbuk kayu asal Liang Anggang, Roni mengaku, kondisi distribusi BBM saat ini sudah mulai normal.
Bahkan, kini lebih mudah mendapatkan Biosolar karena tidak lagi dibebani pungutan liar saat masuk SPBU yang sebelumnya sempat di keluhkam para sopir.
“Tadi antre dari jam 8-an, dapat solar aman aja sekarang gak ada kesusahan, kadang memang mengisi di sini,” ungkapnya.
Menurutnya, situasi saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelum demo, dimana stok BBM sering habis dan distribusi terasa sangat lambat.
“Aman aja masuknya tidak diminta uang parkir. Sebelum demo itu memang agak susah, termasuk distribusinya agak lambat lah karena kadang habis dan di lain-lain pun habis juga banyak,” tuntasnya.



