REDAKSI8.COM, TAPIN — Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Tapin berlangsung tak biasa.
Alih-alih upacara formal atau perlombaan, puluhan peserta dari berbagai instansi justru turun langsung ke saluran irigasi untuk bergotong royong.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Wakil Rektor IV Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Yusuf Azis.
Dia ikut ambil bagian dalam Gerakan Irigasi Bersih Tahun Anggaran 2025, yang di laksanakan di Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin pada Selasa (12/8/2025) di Taman Irigasi Tapin.
Tak hanya pejabat pusat dan daerah, kegiatan tersebut melibatkan akademisi, TNI-Polri, petani, dan masyarakat setempat.
Mereka bahu membahu mengangkat lumpur dan sampah dari saluran irigasi yang mulai tertutup sedimentasi.
Aksi itu menjadi simbol nyata kepedulian terhadap infrastruktur vital pertanian, sekaligus momentum membangun kesadaran publik akan pentingnya peran irigasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Tapin, H. Syafrudin, yang hadir mewakili Sekda Tapin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti.
“Air adalah urat nadi pembangunan. Tanpa irigasi yang bersih dan terkelola, pertanian, industri, bahkan kehidupan masyarakat bisa terganggu,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Yusuf Azis menyebutkan bahwa ULM sangat mendukung gerakan ini sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap program strategis nasional.
“Irigasi adalah fondasi ketahanan pangan. Kegiatan ini sejalan dengan visi asta cita Presiden RI terkait kemandirian pangan nasional,” ungkapnya.
Tak hanya aksi lapangan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan dialog interaktif mengenai pentingnya peran irigasi. Dr. Yusuf menggarisbawahi bahwa edukasi dan sosialisasi ke masyarakat tidak boleh berhenti.
“Membersihkan irigasi penting, tapi menjaga kebersihan bersama jauh lebih penting. Kesadaran masyarakat adalah kunci,” tegasnya.
Keterlibatan ULM dalam gerakan itu menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tak hanya di ruang kelas atau laboratorium, tapi juga hadir nyata di tengah masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Gerakan Irigasi Bersih ini menjadi contoh bahwa kemerdekaan sejati adalah saat rakyat dan pemerintah bersatu menjaga tanah air—secara harfiah.



