REDAKSI8.COM, TAPTENG – Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih berlangsung. Di tengah situasi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapteng menegaskan pentingnya kerja ekstra dan koordinasi maksimal Tim Penanggulangan Bencana Alam agar seluruh hak pengungsi serta warga terdampak benar-benar terpenuhi secara cepat, merata, dan tepat sasaran.
Anggota DPRD Tapteng, Madayansyah Tambunan, menilai bahwa status tanggap darurat menuntut seluruh unsur penanganan bencana untuk tetap siaga penuh, meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu serta tantangan geografis wilayah Tapteng yang luas dan sebagian desa masih terisolasi.
“Dalam kondisi seperti ini, seluruh tim harus bekerja ekstra untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, hingga kondisi benar-benar dinyatakan pulih seperti sediakala,” ujar Madayansyah, Minggu (14/12/2025).
Ia mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dan seluruh tim penanganan bencana yang dinilainya sudah berjalan cukup baik. Namun, Madayansyah juga mengakui masih adanya keluhan sebagian warga terkait keterlambatan distribusi logistik ke beberapa titik pengungsian.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kendala yang masih bisa dimaklumi, mengingat luasnya wilayah Tapteng serta banyaknya desa yang terdampak dan terisolasi akibat banjir bandang dan longsor.
“Wilayah Tapteng sangat luas, ditambah kondisi medan yang berat dan akses yang terputus. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi bantuan,” jelas politisi muda Partai Gerindra tersebut.
Lebih jauh, Madayansyah menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan efektif. Ia mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat terdampak.
“Dalam situasi darurat seperti ini, tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bersinergi agar bantuan tepat sasaran dan potensi kerugian dapat ditekan,” tegasnya.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Madayansyah juga menyoroti pentingnya dukungan psikologis bagi para pengungsi. Menurutnya, kehadiran para pemangku kepentingan dan relawan di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memulihkan semangat warga yang terdampak bencana.
“Kita semua adalah relawan. Kita harus memberi dorongan psikologis kepada masyarakat terdampak dan memastikan bahwa proses pemulihan berjalan lebih cepat dan terarah,” kata Madayansyah, yang sejak hari pertama bencana dilaporkan langsung turun meninjau lokasi terdampak.
Tak kalah penting, ia menegaskan bahwa pendataan yang cepat dan akurat merupakan fondasi utama percepatan pemulihan pascabencana. Pendataan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta data kependudukan pengungsi harus segera dirampungkan agar penyaluran bantuan dan rencana pembangunan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Pendataan harus segera diselesaikan. Ini menjadi dasar utama agar pembangunan infrastruktur dan bantuan bagi masyarakat dapat direalisasikan secepatnya,” pungkasnya.
Wujud Langkah Mendunia, Rektor ULM Kenalkan Peluang Studi ke Masyarakat Kano Nigeria
REDAKSI8.COM, NIGERIA – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat langkah internasionalisasinya di kancah global. Kali ini, ULM berpartisipasi langsung dalam...



