Senin, 6 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Nasib Penjual Masker Asongan Dikala Pendemi Mereda

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
17 Desember 2020
A A
Nasib Penjual Masker Asongan Dikala Pendemi Mereda
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Akan ada satu pemandangan yang tidak akan kita jumpai lagi disaat pandemi covid-19 berakhir sama sekali. Iya benar, pedagang masker asongan yang kerap menghiasi sepanjang jalan Ahmad Yani dan Panglima Batur di Kota Banjarbaru.

Mengapa demikian? karena masker sendiri kebanyakan diperlukan sebagai alat pelindung diri untuk mencegah tertularnya virus kasat mata yang selama ini menghantui masyarakat dunia, virus corona.

Sejak masuknya virus itu, masker sendiri menjadi barang premier dalam kehidupan masyarakat di hampir seluruh belahan dunia. Karena penyebaran virus tersebut sangat cepat jika melalui mulut dan area pernafasan atau hidung.

Sementara di berbagai kota yang tersebar di indonesia banyak sudah yang mengklaim telah berstatus zona hijau. Otomatis lambat laun kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi di Kota berjuluk Kota Idaman ini. sehingga penjual masker asongan banyak yang akan gulung tikar.

LihatJuga :

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Rektor ULM Kukuhkan 1.053 Wisudawan pada Wisuda ke-130

Ambisi Living Museum Intan Trisakti Pumpung Cempaka Cari Jalan Keluar

Banjarbaru Kian Serius Tangani Masalah Reklame

Selain itu, masker juga sering dimanfaatkan penggunanya untuk menghindari polusi dan debu saat berada di luar rumah. Uniknya lagi ada juga yang mengaku masker dipasang untuk menambah kepercayaan diri lantaran warna dan motifnya dibuat semenarik mungkin.

Lantas, seperti apa nanti nasib para penjual masker asongan jika memang kondisi akan membaik sebelum adanya covid-19? ikuti Redaksi8.com menurunkannya.

Salah seorang penjual masker asongan di pinggir Jalan Ahmaf Yani Kilometer 34, Wanto menganggap, usaha jualan masker memang bukanlah usaha yang menjanjikan, melainkan musiman. Tapi baginya, jualan masker dapat menambah pemasukannya dalam melewati hari ke hari selama 9 bulan terakhir.

“Alhamdulillah cukup untuk makan sehari-hari,” tutur Watno ketika diwawancara Redaksi8.com Hari ini, Kamis (17/12).

Watno mengaku, masker kain yang dijual di tempatnya itu bukanlah masker yang dibelinya dari produsen pertama, melainkan dibikin langsung dari tangan istrinya. Dimana sebelumnya Watno dan istri merupakan pelaku usaha kreatif sebagai penjual produk kain jahitan hasil olahan tangan seperti tas, dompet dan pin.

“Kebetulan dari himbauan pemerintah, masker kain jauh lebih aman dan bisa dipakai lagi setelah dicuci, serta lebih hemat. Peluang ini kita ambil sebaik-baiknya, alhamdulillah sampai sekarang cukup buat kita,” katanya.

Tercetusnya ide membuat masker ujar Watno, ketika permintaan masker di masyarakat naik sementara barangnya kian melangka, akhirnya bersama sang istri Ia mencoba membuat masker dengan keuletan keahlian menjahitnya.

“Waktu awal-awal pandemi covid itu kita dalam sehari mampu bikin 3 lusin (36 pcs),” ucapnya.

Ada dua jenis masker yang dijajakan Watno, pertama masker kain biasa dengan motif, kedua masker medis tanpa motif. Keduanya sama-sama bikinan tangan dan terus diproduksi hingga sekarang.

“Cuma orang lebih cenderung beli kain yang pakai motif, dibandingkan masker kain medis,” ungkapnya.

Dibandrol dari harga Rp. 5 ribu sampai Rp. 15 ribu per pcsnya, masing-masing jenis memiliki perbedaan harga, Diantaranya masker berbahan kain spon atau masker medis dihargai 5 ribu rupiah. Lalu masker berbahan kain katun seniai 10 ribu rupiah. Kemudian masker kain berbahan brokat yang cenderung bermotif sasirangan dihargai 15 ribu rupiah per pcs.

“Paling laku saat PSBB di bulan suci Ramadhan kemarin. Sekarang sudah turun. Dulu paling banyak sampai 30 lembar sehari terjual, sekarang 10 lembar saja susah,” Ia menjelaskan.

Selain dijajakan, Watno juga menerima jasa pemesanan masker di rumahnya. Bisa dengan harga lebih murah (reseller). Biasa di jual ka daerah Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura.

“Yang bikin pesanan kalau deket-deket sini biasanya dari instansi dan lembaga serta perusahaan swasta,” bebernya.

“Minimal pesan 5 lembar masker kalau di tempat saya. Kalau yang dijajakan disini 100 lembar lebih saya bau,” sambungnya.

Jika kondisi pandemi mereda bahkan tidak ada lagi, Wanto berencana akan berhenti menjajakannya namun tetap produksi masker di rumah jikalau ada yang pesan.

“Mau gimana lagi, usaha ini bukan usaha menjanjikan. Mudah-mudahan ada usaha lain nanti. Sementara ini saya belum tau mau ganti jualan atau usaha apa,” terangnya.

Selanjutnya salah seorang konsumen, Kiki dari Banjarbaru mengaku, mengenakan masker bukan hanya melindungi diri dari terserang covid-19 saja, tapi juga sebagai fashion.

“Soalnya motifnya lucu-lucu dan bagus. Saya beli 2 yang harga persatuannya 10 ribu,” tandasnya.

Share27Tweet17Send

Related Posts

LPPM ULM Gelar Workshop Penulisan Artikel Internasional, Perkuat Publikasi Ilmiah Bereputasi Global

LPPM ULM Gelar Workshop Penulisan Artikel Internasional, Perkuat Publikasi Ilmiah Bereputasi Global

by Ramadhani MTD.
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Internasional di...

ULM Buka Peluang Studi Lanjut S2 dan S3 Bagi Akademisi Nigeria

ULM Buka Peluang Studi Lanjut S2 dan S3 Bagi Akademisi Nigeria

by Ramadhani MTD.
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, KANO, NIGERIA — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengambil langkah strategis dalam melebarkan sayapnya di benua Afrika dengan menawarkan program...

Bandara Syamsudin Noor Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Bandara Syamsudin Noor Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

by Irma Dahliana
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin memastikan operasional penerbangan masih berjalan normal di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In