REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Lulusan baru atau fresh graduate di Kota Banjarbaru memiliki peluang besar terserap di dunia kerja, terutama pada sektor pemasaran (marketing) dan jasa.
Seiring berkembangnya aktivitas ekonomi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (IKP Kalsel), kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut terus meningkat.


Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru juga mendorong lulusan baru untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan usaha melalui wirausahawan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono menyebut, sektor jasa, khususnya transportasi dan pemasaran hingga kini masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banjarbaru.
“Sesuai dengan sektor ekonomi Banjarbaru yang diserap adalah jasa transportasi dan pemasaran. Memang di sana untuk tenaga kerja banyak terserap di sektor itu,” ujarnya, Selasa (30/6/26).
Untuk memperbesar peluang kerja lulusan baru, Diskopumnaker telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program Bursa Kerja Khusus (BKK).
Melalui program tersebut, sekolah dipertemukan langsung dengan perusahaan sehingga kebutuhan tenaga kerja dapat dipetakan sejak siswa masih menempuh pendidikan.
“Untuk fresh graduate kita sejak awal ada program bursa kerja khusus di sejumlah SMK yang ada di Kota Banjarbaru,” katanya.
Selain memperluas akses ke dunia kerja, Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan keterampilan dan program inkubasi kewirausahaan.
Langkah itu diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
“Kami harapkan juga untuk fresh graduate, masyarakat, khususnya pemuda di Banjarbaru, jangan berfokus mencari kerja, tapi di mana kita dapat berwirausaha menciptaka peluang usaha,” ucapnya.
Menurutnya, peluang terbesar saat ini memang berada pada bidang pemasaran karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kreatif, komunikatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas promosi produk.
“Peluang fresh graduate lebih banyak di pemasaran dan marketing karena industri ini membutuhkan kreativitas tinggi, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi untuk mempromosikan produk perusahaan yang lebih gencar,” jelasnya.
Diwaktu yang berbeda, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Penempatan Diskopumnaker Banjarbaru, Dzoelhida Rahmah Astuti mengingatkan, lulusan baru agar terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan maupun program pemagangan.
Pengalaman praktik kerja, menurutnya, menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan saat memasuki dunia industri.
“Jadi skil-nya itu misalkan dengan mengambil keterampilan pelatihan ataupun ikut dengan sistem pemagangan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja di bidang pemasaran jauh lebih besar dibandingkan administrasi.
Saat ini banyak perusahaan, mulai dari sektor perbankan, perhotelan hingga BUMN, tengah memperkuat promosi sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga pemasaran.
“Mengapa pemasaran sama marketing tadi lebih berpeluang bagi fresh graduate karena memang rata-rata saat ini perusahaan, baik itu BUMN, sektor perbankan, perhotelan mereka sedang gencar-gencarnya mempromosikan produknya,” terangnya.
Sementara itu, peluang kerja tersebut telah dirasakan oleh Jeki Purnama, salah seorang fresh graduate asal Kota Banjarbaru.
Tidak lama setelah lulus sekolah, ia mengaku langsung diterima bekerja sebagai petugas keamanan (security).
“Pekerjaan di sektor jasa dan pelayanan memberinya banyak pengalaman baru sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan di dunia kerja,” tutupnya.



