REDAKSI8.COM – “Yang bahaya ini PKI milenial,” ketus Dandim 1006 Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto kepada Redaksi8.com ketika ditanya mengenai maraknya postingan ucapan Harlah ke 100 Partai Komunis Indonesia (PKI), Rabu siang (27/5).
Dalam postingan berupa poto seseorang, didampingi sebuah lambang palu harit berwarna kuning berlatar belakang merah yang diunggah oleh akun bernama Dadang Christanto bertuliskan, ucapan hari lahirnya PKI yang ke 100 tepat pada tanggal 23 mei 2020 kemarin, mendapat tanggapan oleh Dandim 1006 Martapura.
“Selamat ulang tahun ke 100 PKI 23 Mei 1920 – 23 Mei 2020,” isi tulisan pada postingan poto akun bernama Dadang Christanto melalui via Facebook yang dirilis pada Sabtu (23/5).
Dandim 1006 Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto mengatakan, masyarakat khususnya Banjarbaru dan Kabupaten Banjar agar berhati-hati jika menemukan postingan tersebut di kolom beranda di sosial media.
Apapun bentuk postingan yang di unggah dengan menampilkan gambaran mengenai PKI, baginya itu merupakan cara baru PKI zaman sekarang yang disebutnya PKI milenial untuk mencerai beraikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Karena paham dan kepercayaan yang dianut organisasi PKI sejak dahulu hingga saat ini ialah tidak percaya dengan adanya ketuhanan yang maha esa. Itu berlawanan dengan dasar negara kita, yakni Pancasila,” tegasnya.
“Sementara pancasila adalah kekayaan yang dimiliki Indonesia. di negara manapun ga punya pancasila. Dan uniknya pancasila kita, dia tetap tidak berubah dan menyesuaikan keadaan seiring berkembangnya zaman,” tambah Letkol Siswo.
Ia juga menghimbau kepada masyarat untuk bijak dalam membaca atau menanggapi suatu informasi di media sosial. Lantaran dalam kondisi saat ini, aktivitas masyarakat secara umum lebih banyak di rumah dan bermedia sosial.
Seperti pada postingan tersebut sambungnya, jika salah satu warga Kota Banjarbaru atau Kabupaten Banjar ditemukan ikut andil memberikan dukungan dalam kolom komentar atau ikut menyebarluaskan, maka pihaknya dan aparat hukum lainnya akan melakukan tindakan tegas dan terukur.
“Kami tidak segan untuk menindak. Kami punya lembaga yang memantau aktivitas di seluruh sosial media yang selalu berkoordinasi terhadap aparat hukum disetiap daerah. Karena jika sudah terjerumus dalam organisasi PKI, maka yang muncul nanti dari orang itu adalah perbuatan-perbuatan yang tidak berperikemanusiaan, sadis,” terangnya kepada redaksi8.com.
“Saya juga menghimbau kepada masyarakat dalam bermedia sosial untuk berpikir jernih jika menemukan suatu postingan apapun yang sifatnya meresahkan. Konfirmasi dulu atau tanyakan kepada orang yang berkompeten sebelum ikut berdiskusi atau menyebarluaskan informasi tersebut,” lanjutnya.
Masih akun yang sama, selain ucapan hari lahir, pada tanggal (26/5) pun di unggah sebuah poto yang memamerkan 2 orang afrika yang berlatar belakang bendera PKI. Pada bagian bawah poto itu juga terdapat gambar seorang yang duduk membelakangi bendera yang ditempel disamping mobil van berwarna putih.
isi postingannya berbunyi “Ini PKI sudah sampai afrika. Merekrut anak-anak muda untuk dijadikan kader Pemuda Rakyat”.
Kemudian, “Juga media/ majalah di luar negeri sudah dipengaruhi kuminis. Dengan terang terangan menerbit beberapa halamannya dengan full color dan mempublikasilan PKI”.



