REDAKSI8.COM – Kelompok tani di Sungai Abit Kelurahan Cempaka Banjarbaru, memanfaatkan lahan karet yang belum siap panen untuk dijadikan lahan pertanian hortikultura.
Tanaman hortikultura yang ditanam beragam, dari buah melon sampai tomat.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, pemanfaatan lahan karet ini merupakan sebuah inovasi dari para petani.
“Sebelum karet itu tumbuh (besar), disela-selanya (tanaman pohon karet) ditanami melon dan tomat. Ini perlu direplikasi di tempat-tempat lain karena manfaatnya besar,” ujar Said Abdullah.
Lahan karet sendiri kata Said Abdullah, merupakan lahan ‘bersih’. Sehingga sebelum pohon karet itu bisa dipanen, tanaman hortikultura seperti melon dan tomat yang ditanam disela-selanya itu dalam beberapa bulan bisa dipanen.

“Jika cara ini dikembangkan oleh DKP3, maka kita tidak kekurangan lahan. Seluruh lahan karet (di Banjarbaru) bisa kita gunakan, apalagi lahan-lahan karet sekarang kelihatan sudah tua, masuk pada peremajaan, maka nanti bisa dilakukan seperti yang ada ini,” terang Said Abdullah sembari menunjuk ke arah lahan karet yang dikembangkan.
Lebih lanjut Said Abdullah menerangkan, dengan bimbingan DKP3, para petani di tempat ini sudah bisa menggunakan sistem irigasi tetes. Jika nantinya mereka mengembangkan lagi sistem kolam penampungan, maka mereka tidak lagi tergantung pada cuaca.
“Karena permasalahan di sini kalau musim kemarau akan kekurangan air. Tapi kalau mereka menyimpan air di kolam-kolam itu, mereka bisa panen terus menerus (air tersedia),” ucapnya.

Ia menambahkan, hasil panen di Sungai Abit Kelurahan Cempaka ini sudah bagus. Rasa buah melon yang dihasilkan menurut Said Abdullah juga manis.
“Saya menghimbau kepada para petani agar lebih ditingkatkan lagi semangatnya, jangan jadikan ini sebagai sebuah pekerjaan sampingan, jangan berpikir untuk pekerjaan lain.”
“Cukup di sini saja dia berkonsentrasi, diseriusi apa lahannya diperluas atau produknya ditambah, dan satu keluarga terjun semua ke pertanian ini, Insyaallah ini bukan hanya kegiatan pertanian namun juga kegiatan yang mensejahterakan,” tuturnya.

Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Siti Hamdah menimpali, khusus wilayah Cempaka Kota Banjarbaru, saat ini masih sangat potensial untuk dijadikan lahan pertanian.
“Kita sebenarnya tidak hanya punya lahan hortikultura, tapi kita juga punya lahan sawah di Kelurahan Bangkal. Unggulan kita adalah padi organik,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya cara pemanfaatan lahan karet ini, para petani yang lain bisa termotivasi, tidak hanya mengerjakan lahan sawahnya namun juga ikut budidaya hortikultura untuk menambah penghasilan mereka.
“Kami sebagai dinas melalui BTP PPP punya penyuluh-penyuluh yang senantiasa memberikan pembinaan-pembinaan kepada para petani di lapangan.”

“Kami juga membantu mencarikan pembeli-pembelinya, bahkan melalui sistem online. Kawan-kawan penyuluh mencari data kalau ada yang panen, segera memasarkan melalui online dan pedagang-pedagang di sekitar Banjarbaru,” jelas Siti Hamdah saat ditanya mengenai peran DKP3 Kota Banjarbaru terhadap petani.
Bahkan ungkap Siti Hamdah, petani hortikultura di Banjarbaru yang menggunakan sistem hidroponik sudah menjadi pemasok di Transmart Banjarmasin.
“Seandainya semua orang bisa mencintai produk lokal, tidak kalah dengan produk impor, kualitasnya bisa bersaing, sehingga kita semua seharusnya mulai mengajak orang-orang untuk lebih mencintai hasil lokal,” tutup Siti Hamdah.



