REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Perhubungan ( Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) langsung berkoordinasi dengan lintas instansi menyusul amblesnya ruas Jalan Sungai Lulut yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Rekayasa lalu lintas pun disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan selama proses perbaikan jalan berlangsung.

Kepala Dishub Kalsel, M. Fitri Hernadi mengatakan, Dishub mulai menerima laporan adanya keretakan di ruas Jalan Sungai Lulut pada 14 Juli 2026.
Namun sehari kemudian, jalan tersebut mengalami ambles sehingga memerlukan penanganan darurat dan penutupan sementara.
Menindaklanjuti laporan itu, Dishub Kalsel segera berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menentukan langkah penanganan.
“Begitu mendapat informasi jalan amblas, pagi harinya kami langsung berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Provinsi Kalimantan Selatan. Kami juga berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin dan Dinas Pekerjaan Umum untuk menentukan langkah penanganan,” ujarnya, Kamis (16/7/26).
Ia mengungkap, berdasarkan hasil koordinasi, proses perbaikan konstruksi jalan diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.
Selama pekerjaan berlangsung, ruas jalan ditutup agar penanganan dapat berjalan maksimal sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pun, untuk mengurangi dampak penutupan, Dishub bersama Forum Lalu Lintas melakukan survei lapangan guna menentukan jalur alternatif dan pola rekayasa lalu lintas yang paling efektif.
“Kami bersama forum lalu lintas melakukan survei langsung ke lapangan. Kami melihat jalan-jalan alternatif dan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas, karena kawasan Sungai Lulut memang setiap hari memiliki volume kendaraan yang cukup padat, tentu akan ada peningkatan arus di jalur alternatif, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari,” jelasnya.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan dukungan rambu-rambu serta penempatan personel di sejumlah titik untuk mengurai kepadatan kendaraan selama masa perbaikan berlangsung.
“Siifatnya situasional. Kami menempatkan rambu-rambu dan personel di sejumlah titik agar penumpukan kendaraan dapat diminimalkan. Memang akan ada dampak terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi kami berupaya agar tidak terjadi kemacetan yang signifikan,” katanya.
Sebagai salah satu jalur utama penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, ruas Jalan Sungai Lulut setiap harinya dilalui kendaraan dalam jumlah besar.
Karena itu, Dishub Kalsel berharap proses perbaikan dapat berjalan sesuai target melalui koordinasi yang terus dilakukan dengan Dinas PUPR.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin. Namun keberhasilan penanganan ini juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Fitri juga mengingatkan, masyarakat agar tidak menerobos area penutupan, termasuk pengendara roda dua karena berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu proses pekerjaan.
“Saat ini lokasi sedang dilakukan pengerjaan, karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak menerobos area penutupan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, ia meminta kepada masyarakat untuk lebih bersabar selama proses perbaikan berlangsung serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.
“Mohon ikuti rambu-rambu lalu lintas, patuhi arahan petugas, dan manfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan,” ucapnya.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan untuk bersama-sama mengimbau warga di sekitar lokasi. Mudah-mudahan kondisi ini dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” pungkasnya.



