REDAKSI8.COM, TULUNGAGUNG – Progres pendaftaran Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2026 menunjukkan capaian menggembirakan. Menjelang batas akhir penutupan, tercatat 13.689 satuan pendidikan dari seluruh Indonesia telah menuntaskan proses registrasi hingga Kamis (5/2/2026).
Capaian tersebut mencerminkan tingginya komitmen madrasah, sekolah, dan pesantren dalam membuka akses seluas-luasnya bagi peserta didik terbaik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi keagamaan negeri. Tren positif ini sekaligus menandai meningkatnya kepercayaan satuan pendidikan terhadap sistem seleksi nasional PMB PTKIN.


Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Abd. Aziz, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran proses registrasi tahun ini.
“Kami mengapresiasi kinerja luar biasa tim panitia pusat, tim IT, serta seluruh stakeholder di lapangan. Kolaborasi solid antara kementerian, kantor wilayah, hingga operator sekolah menjadi kunci utama sehingga belasan ribu satuan pendidikan dapat terdata dengan baik dalam sistem PDSS 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsistensi ritme kerja dan koordinasi lintas sektor berperan besar dalam menjaga stabilitas layanan pendaftaran, sehingga proses berjalan relatif lancar dan minim kendala teknis yang berarti.
Sementara itu, Koordinator Pokja Penjaminan Mutu PMB PTKIN 2026, Zulfahmi Alwi, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah satuan pendidikan yang berhasil terdaftar tidak terlepas dari pembaruan signifikan pada sistem dan pola kerja panitia.
“Tahun ini kami melakukan perombakan menyeluruh, mulai dari penyederhanaan antarmuka sistem hingga penguatan validasi data sejak tahap awal. Semua dirancang untuk mempermudah satuan pendidikan dalam melakukan input data, tanpa mengurangi standar mutu yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan penjaminan mutu tidak hanya berorientasi pada hasil akhir seleksi, tetapi juga pada kemudahan proses dan kenyamanan pengguna (user experience), khususnya bagi operator sekolah di daerah. Efisiensi sistem inilah yang dinilai berkontribusi langsung terhadap meningkatnya tingkat partisipasi sekolah dalam registrasi PDSS tahun ini.
Dengan waktu pendaftaran yang kian terbatas, Panitia Nasional PMB PTKIN kembali mengimbau satuan pendidikan yang masih dalam tahap finalisasi agar segera menuntaskan proses unggah dan validasi data sebelum sistem resmi ditutup.
Registrasi PDSS menjadi syarat mutlak bagi siswa untuk dapat melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya, baik melalui jalur prestasi maupun ujian masuk. Keberhasilan tahap ini menjadi pintu awal bagi calon mahasiswa untuk mengakses pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri di seluruh Indonesia.



