REDAKSI8.COM – Dwi Kartiyogo, seorang sopir taksi online menjadi korban perampokan serta kekerasan. Akibatnya, warga Jalan Sungai Miai Dalam, Gang Keluarga, Kecamatan Banjarmasin Utara ini mengalami trauma ringan dan lebam dibagian leher.
Kepada Jurnalis Redaksi8.com, ketika ditemui di Polda Kalsel Dwi menceritakan peristiwa penganiayaan tersebut. Berawal pada hari Sabtu (15/12) lalu, sekitar pukul 18.00 WITA pelaku yang merupakan penumpang saat itu minta diantarkan ke Martapura, akan tetapi karena ada kesibukan lain, sehingga pelaku minta undur ke hari minggu.

Dihari minggu (16/12) kami bertemu sesuai janji, dalam perjalanan Dia meminta rubah rute arah, yang tadinya tujuan ke Martapura menjadi ke Sungai Tabuk. Setelah memasuki daerah Tajau Landung terjadilah kejadian perampokan tersebut.
“Awalnya saya diancam lalu dibekap menggunakan kunci pas dan dengan spontan saya menginjak rem dengan harapan pelaku bisa terpental ke depan. Ternyata Dia terhalang kursi dan mobil berhenti mendadak,” ungkapnya.

“Sejenak saya sempat tidak sadarkan diri, setelah itu ada sedikit peluang untuk mengendorkan cekikan pelaku jadi saya secara spontan menahan dengan tangan sehingga ada ruang untuk melepaskan diri. Ketika saya berbalik dan bertatap muka langsung dengan pelaku Dia langsung mengeluarkan suatu barang seperti pisau dari balik bajunya,” tambahnya.
Setelah beberapa waktu bertatapan, Dwi yang merasa takut berusaha untuk melarikan diri.
“Saya langsung berfikir untuk meloloskan diri terlebih dahulu dan tidak berani melakukan perlawanan. Saya keluar melalui pintu mobil sebelah kanan dan langsung lari kemudian pelaku juga kabur dengan menggunakan mobil saya,” bebernya.
Dwi bersyukur dan berterima kasih kepada pihak kepolisian karena telah berhasil menangkap pelaku.
“Alhamdulillah saya sudah mendingan dan tidak trauma lagi,” pungkasnya.



