Karena bermacam bentuk dan ukuran intan yang ditemukan beraneka macam, muncul lah istilah-istilah sebagai penyebutan intan salah satunya adalah lantakan.
Untuk harga jual pun beraneka macam, tergantung kondisi intan, meskipun berukuran kecil namun apabila tingkat karat nya tingi, maka harganya pun melambung.

Namun ada juga batu yang kerap di kumpulkan oleh para pendulang, batu dengan ukuran kecil kecil tersebut, putih terang bercahaya seperti intan, namun beda di karat dan kekerasannya, sering disebut intan lantakan.

“Kalau ukuranya kecil disebut lantakan, sedangkan yang ukurannya besar disebut intan,” kata Alan, salah satu pendulang di lokasi Jaranjangan, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.
Dijelaskan oleh Alan, bahwa intan lantakan biasanya digunakan sebagai puir intan untuk memasak intan, ada juga yang dijadikan sebagai mata cincin, tetapi hal tersebut jarang dilakukan karena ukurannya yang kecil mka kurang bagus kalau dipakai.
Dalam sehari, jumlah lantakan yang ditemukan tidak menentu, yakni sekitar 2 atau 3 biji perhari. “Lantakan ni harga jualnya paling larang sudah dua puluh ribu,” terangnya.

proses mendapatkan intan lantakan pun hampir serupaa dengan cara mencari intan, yaitu kalau secara manual dengan alat yang disebut linggangan, atau dengan memperhatikan secara seksama di saringan batu (kalau menggunakan alat sedot).
Intan lantakan juga hampir mirip dengan zirkon namun karakteristiknya lebih ke arah intan. Biasanya intan lantakan ini di gunakan untuk tambahan penghias mata cincin, untuk pasak senjata pusaka, pasak joran pancing, rumah, bahkan di gunakan untuk keperluan susuk.



