REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin menggelar pasar murah bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, UPPD Samsat Banjarbaru, Klinik Alifa Farma, Asosiasi Pasar Murah (APM) Banjarbaru, Perum Bulog, serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kegiatan itu dinilai membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah kondisi ekonomi saat ini sekaligus untuk menjaga daya beli warga.

Pasar murah yang digelar di halaman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin itu menyediakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga gas LPG 3 kilogram bersubsidi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Banjarbaru, Muriani mengatakan, kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin.
Pemkot Banjarbaru katanya hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi melalui koordinasi dengan Pertamina.
“Sebenarnya kegiatan ini murni dari imigrasi, cuma mereka minta kita memfasilitasi ke Pertamina untuk sekalian ada operasi pasar gas LPG 3 kilogram subsidi,” ujarnya saat diwawancarai, Jum’at (24/7/26).
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah seperti ini sangat membantu Pemerintah Daerah (Pemda), terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya frekuensi kegiatan serupa.
“Di tengah efisiensi ada instansi yang rutin menggelar pasar murah seperti ini Alhamdulillah kita merasa terbantu ya,” ucapnya.
Muriani menilai, kegiatan pasar murah memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Meski begitu, Pemkot Banjarbaru juga telah menyiapkan agenda operasi pasar berikutnya dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
“Rencananya untuk gelaran operasi pasar ada, mungkin rangkaian 17 Agustus kita akan mengadakan operasi pasar, khususnya non-subsidi ya, Bulog dan LPG saja dari Pertamina,” katanya.
Selain itu, Pemerintah juga telah menjadwalkan sekitar 10 kali pelaksanaan pasar murah bersubsidi yang akan digelar mulai September mendatang.
Sementara itu, salah seorang warga Tambak Tarap, Sukirman mengaku, memanfaatkan pasar murah untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok karena harganya lebih rendah dibandingkan di pasaran.
“Tadi beli beras sama minyak, sama gula, harganya lebih murah berasnya Rp77 ribu, paket minyak Rp70 ribu, telur Rp44 ribu 2 kilogram, ya murah dari pasar, saat ini harga di pasar kan tinggi juga,” sebutnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ya, menguntungkan bagi masyarakat yang kecil, yang penghasilannya rendah lah. Banyak-banyak terima kasih saja kepada pemerintah karena mengadakan pasar murah ini,” ungkapnya.
Sukirman menambahkan, selisih harga yang lebih murah membuat pengeluaran rumah tangga menjadi lebih ringan.
“Jadi saya imbau kepada masyarakat yang kurang mampu lah, datang ke Pasar Murah ini karena harganya lebih miring,” tutupnya.



