Kamis, 23 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Antara ‘Emas’ dan Oksigen di Halau-Halau

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
4 Mei 2026
A A
Antara ‘Emas’ dan Oksigen di Halau-Halau

Satu dari sekian banyak anak sungai di kawasan pegunungan meratus. Dok. Redaksi8.com.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

Harta Karun yang Digali atau Pusaka yang Dijaga?

Penulis: Ramadhani MT Damoiko

Di bawah kanopi hijau yang memayungi tanah Kalimantan, sebuah simfoni tua terus bergema.

Ia bukan sekadar barisan perbukitan, melainkan Pegunungan Meratus sang saksi bisu dari geologi purba yang melipat bumi dalam formasi kompleks jutaan tahun silam.

LihatJuga :

Hujan Lebat Guyur HST, Banjir Susulan Terjang Desa Aluan Besar

Menjaga Nafas Halau-Halau

MTQ XXXVI Kalsel Dimulai, Kabupaten Banjar Sambut Hangat Kafilah Pertama dari Tanah Bumbu

Masyarakat Adat Meratus Menolak Rencana Taman Nasional

Pegunungan Meratus bukan hanya bentang alam, ia merupakan altar suci bagi kehidupan yang bersenyawa dengan misteri.

Melangkah ke dalam rimbunnya Meratus ialah memasuki sebuah katedral hijau, salah satunya Gunung Halau-Halau.

Di sini, Meranti Putih dan Meranti Merah berdiri menjulang layaknya pilar-pilar langit, sementara Ulin sang kayu besi tertancap kokoh menjaga kestabilan tanah dari erosi zaman.

Aroma tanah basah bercampur dengan keharuman Kasturi yang manis dan eksotisme berbagai jenis Anggrek yang bersembunyi di balik lumut.

Di sela-sela dahan Kanari dan Medang, kehidupan bernapas dalam liarnya harmoni.

Owa-owa bersahut-sahutan memecah sunyi, sementara Bekantan dengan rupa uniknya mengawasi dari ketinggian.

Di balik rimbun semak, Beruang Madu melangkah sunyi, berbagi ruang dengan kepakan sayap burung-burung endemik dan desis reptil khas Borneo yang menjaga keseimbangan ekosistem krusial tersebut.

Tidak berlebihan jika penulis menilai itu semua dengan sebutan Zamrud dalam Dekapan Hutan Lindung.

Meratus, termasuk kawasan Gunung Halau-Halau wilayah krusial yang pekat tak hanya megah di permukaan.

Di dalam rahimnya yang gelap dan sunyi, tersimpan kekayaan yang menjadi incaran dunia.

Emas, Batu Bara dan berbagai mineral berharga tertidur lelap dalam lipatan batuan purba.

Namun, kekayaan sejati Meratus bukanlah sekadar apa yang bisa digali, melainkan perannya sebagai paru-paru dan penyedia air yang menghidupi jutaan nyawa di bawah kakinya.

Di jantung hutan ini, manusia dan alam tidak saling menaklukkan.

Masyarakat Adat Dayak Meratus telah berabad-abad menjalin janji setia dengan hutan. Bagi mereka, Meratus adalah ibu, termasuk Gunung Halau-Halau.

Kearifan lokal memancar dari tangan-tangan mereka yang meramu tanaman hutan menjadi obat mujarab, sebuah pengetahuan yang diwariskan oleh angin dan akar.

Kehidupan mereka adalah sebuah ritual yang panjang.

Ritual Aruh, sebuah pesta syukur atas melimpahnya hasil bumi, di mana doa-doa dipanjatkan demi keseimbangan alam tetap terjaga.

Harmoni Alam, prinsip hidup yang memandang pohon, hewan dan air sebagai bagian dari jiwa mereka sendiri.

Meratus di dalamnya ada Gunung Halau-Halau, bukan sekadar hamparan hutan lindung, ia merupakan kumpulan ingatan, tradisi dan kekayaan yang tak ternilai harganya bagi masa depan Kalimantan.

Menjaga Meratus menjaga detak jantung Borneo.

Sebab, jika api atau keserakahan memadamkan hijau di sana, maka hilanglah satu babak paling puitis dalam sejarah alam semesta.

Ingat, Emas, Batu Bara dan berbagai mineral berharga tertidur lelap dalam lipatan batuan purba di sekeliling hamparan Gunung Halau-Halau.

Share27Tweet17Send

Related Posts

Empat Kandidat maju di pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat 2026-2030

ULM Bersiap Gelar Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor Periode 2026-2030

by Ramadhani MTD.
20 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Panitia Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan menyelenggarakan kegiatan Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal...

Pemprov Kalsel Siapkan Pasar Murah Jika Harga Bahan Pokok Mulai Bergejolak

Pemprov Kalsel Siapkan Pasar Murah Jika Harga Bahan Pokok Mulai Bergejolak

by Irma Dahliana
20 Juli 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyiapkan pasar murah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga bahan...

3.000 Warga Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Gubernur Kalsel di Tugu Nol Kilometer

3.000 Warga Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Gubernur Kalsel di Tugu Nol Kilometer

by Irma Dahliana
20 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN - Ribuan masyarakat memadati Amphi Theater di kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin untuk mengikuti nonton bareng (nobar) Final...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In