REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan minyak goreng merek Minyakita mulai dirasakan masyarakat Banjarbaru dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarbaru memastikan ketersediaan stok masih mencukupi dan terpantau aman di pasaran.

Kepala Disperdagin Banjarbaru, Muriani mengatakan, adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok, termasuk LPG dan minyak goreng bersubsidi Minyakita.
“Seperti Gas LPG stok aman namun ada beberapa pangkalan yang harganya naik,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/4/26).
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biaya produksi hingga distribusi yang ikut mengalami peningkatan.
Alhasil dampaknya turut mendorong naiknya harga minyak goreng program Pemerintah di tingkat pengecer.
“Dan itu mungkin imbas dari semua kenaikan termasuk plastik juga, imbasnya juga tadi ke minyak, Minyakita juga naik juga,” jelasnya.
Menanggapi kondisi itu, Disperdagin Banjarbaru menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan di masyarakat, salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar.
“Kalau ada lonjakan dan mulai dirasakan masyarakat, kita lakukan operasi pasar. Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan stok terlebih dahulu. Kalau untuk menekan harga (kembali normal), mungkin kapasitasnya tidak sampai ke sana,” ungkapnya.
Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Adha, Disperdagin Banjarbaru juga akan memperkuat intervensi melalui kerja sama lintas sektor, baik dengan Pemerintah Provinsi maupun pihak swasta, guna menjaga distribusi dan ketersediaan barang agar tetap aman.
“Selain itu juga nanti dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) biasanya seperti kita melaksanakan operasi pasar di masyarakat,” tutupnya.



