Senin, 13 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Hampir Tergerus di Negara Sendiri, Laku di Negeri Orang

Satria Indrajaya by Satria Indrajaya
22 November 2021
A A
Hampir Tergerus di Negara Sendiri, Laku di Negeri Orang
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

Sekelabat wawasan, kearifan lokal dan budaya di Indonesia bagi negara lain merupakan daya tarik yang begitu eksotis. Bahkan saking epicnya mereka orang asing sebagian rela merogoh koceknya lebih dalam untuk bisa memanjakan dirinya dari beragam sajian tersebut.

Mulai dari mengunjungi daerah pelosok yang masih kental dengan budaya asli suku tertentu, menyaksikan penampilan tarian khas daerah, menikmati pertunjukan musik adat, membeli kerajinan tangan instrument musiknya dan menikmati kuliner khas serta sajian lainnya.

Karena bagi warga negara asing kearifan lokal dan budaya kita memiliki nilai yang begitu tinggi, salah satu budaya tradisional yang masih bisa bertahan di zaman 4.0 hingga digemari oleh warga asing adalah kerajinan pembuatan alat Musik Panting.

Alat musik utama dalam musik Panting adalah alat musik petik yang disebut panting. Salah satu alat musik tradisional khas Banjar.

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

DKP Kalsel Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan di Muara Kintap Sudah Sesuai Mekanisme

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Dalam kesenian musik Panting, alat musik panting biasa dimainkan juga bersama dengan suling, biola, kendang, kempul, gong, marawis, ketipung dan tamborin.

Tahukah anda? alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini sangat digemari warga Negara Singapura. Buktinya, seorang warga Desa 6 Takuti di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Ahmad Busairi mengaku, sudah menjual produk kerajinan tangannya itu sampai ke negara Singapura.

Dengan harga yang lumayan Fantastis, berkisar dari ratusan hingga jutaan rupiah alat musik tradisional ini terjual di pasar Internasional.

Ingin mengetahui lebih dalam bagaimana Ahmad Busairi memproduksi sendiri sampai bisa memasarkan produk kerajinan panting miliknya ini ke luar negeri, berikut Redaksi8.com mengulasnya di bawah ini.

Panting, hasil kerajinan olahan tangan panting yang merupakan instrumen utama musik khas suku Banjar panting milik Ahmad Busairi, di Desa 6 Takuti di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sabtu (20/11). Foto : S A T R I A.

REDAKSI8.COM – Ahmad Busairi (23) warga Kabupaten Banjar bersama sang adik, Sahipan, sehari-hari menghidupi keluarganya dari hasil penjualan olahan kerajinan tangan alat musik panting.

Sejak tahun 2017, Busairi dan Sahipan memulai usaha ini lantaran menurutnya kerajinan panting sendiri kian tahun kian berkurang dan semakin sulit diperoleh.

Ditambah persoalan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat, kemajemukan masyarakat modern sekarang kurang begitu berminat dengan alat tradisonal khas Banjar itu. Bahkan di kalangan warga Banjar sendiri yang merupakan suku mayoritas di daerah Kalsel.

Saat menyadari bahwa kepopuleran panting ternyata lebih terkesampingkan apabila dibandingkan dengan alat musik modern,  Busairi membulatkan tekad untuk mengenalkan panting lagi baik ke dalam maupun ke dunia luar melalui instrumen panting yang dibuatnya.

Lantaran keresahannya terhadap pergeseran nilai budaya masyarakat khususnya masyarakat Banjar.

Page 1 of 2
12Next
Share30Tweet19Send

Related Posts

Revisi RTRW Banjar, Untuk Menyelamatkan Lahan Pertanian dari Alih Fungsi

Revisi RTRW Banjar, Untuk Menyelamatkan Lahan Pertanian dari Alih Fungsi

by Az-Zukhairy
12 Juli 2026

REDAKSI8.COM. BANJAR, Depth News – Kabupaten Banjar sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Selatan. Hamparan...

Muhammad Wildan dan Ida Auliyanti Dinobatkan sebagai Duta GenRe Balangan 2026, Siap Jadi Pelopor Remaja Menuju Indonesia Emas 2045

Muhammad Wildan dan Ida Auliyanti Dinobatkan sebagai Duta GenRe Balangan 2026, Siap Jadi Pelopor Remaja Menuju Indonesia Emas 2045

by A. Sibawaihi
12 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BALANGAN – Ajang Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Balangan Tahun 2026 berlangsung meriah di Mahligai Mayang...

Pembangunan Capai 85 Persen, Sekolah Rakyat di Kalsel Dikebut Jelang Operasional

Pembangunan Capai 85 Persen, Sekolah Rakyat di Kalsel Dikebut Jelang Operasional

by Irma Dahliana
12 Juli 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan operasional tiga Sekolah Rakyat (SR) yang akan...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In