REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan operasional tiga Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibuka di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah juga mempercepat pemenuhan peserta didik dan tenaga pendidik agar sekolah dapat segera beroperasi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, M. Farhanie melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Rahmady Abbasmay mengatakan, progres pembangunan di tiga lokasi saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen.
“Secara fisik pembangunan sudah mencapai sekitar 85 persen. Dengan luasan kawasan yang cukup besar, progres tersebut sudah sangat baik dan terus dikebut agar dapat segera difungsikan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, proses penerimaan peserta didik juga terus berjalan. Kuota untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, sedangkan penerimaan siswa SD masih menjadi fokus karena masih kekurangan sekitar 40 hingga 50 peserta.
Menurut Rahmady, kondisi tersebut dipengaruhi kekhawatiran sebagian orang tua terhadap sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
“Kalau SMP dan SMA sudah tidak ada kendala, kuotanya sudah terpenuhi. Yang masih menjadi tantangan adalah SD karena banyak orang tua yang masih merasa khawatir melepas anaknya tinggal di asrama. Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami konsep Sekolah Rakyat ini,” jelasnya.
Saat ini katanya tahapan seleksi calon peserta didik telah selesai dilaksanakan, sehingga dinas Sosial tinggal menunggu penetapan hasil dari Person In Charge (PIC) Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
Sementara itu, proses rekrutmen kepala sekolah dan tenaga pendidik masih berlangsung di Kementerian Sosial.
Selama proses, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta membantu menyiapkan tenaga pengajar sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa dimulai.
“Rekrutmen kepala sekolah dan tenaga pendidik masih berproses di Kementerian Sosial. Sementara itu, pemerintah daerah diminta membantu menyiapkan guru sementara hingga proses rekrutmen selesai,” katanya.
Rahmady menambahkan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ditargetkan dimulai pada 14 Juli 2026. Namun pelaksanaannya masih menyesuaikan kesiapan bangunan, tenaga pendidik, dan kepala sekolah.
“Target MPLS memang pada 14 Juli, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan bangunan dan sumber daya manusia. Jika semuanya telah siap, maka kegiatan akan segera dimulai,” pungkasnya.



