REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemusnahan barang bukti (barbuk) di Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) berupa sabu-sabu seberat 101.662,8 gram, 11.973.5 butir ekstasi, dan 134.07 gram serbuk ekstasi itu dimusnahkan di hadapan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda).
Dimana momen pemusnahan tersebut menjadi pengingat serius bagi masyarakat Kalsel, bahwa langkah Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) patut diapresiasi.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Badan Narkotika Nasional,” ucap Gubernur Kalsel, Muhidin, Kamis (11/9/25).
Ia menilai kerja keras aparat kepolisian sudah sangat jelas dalam menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba.
Selain itu fakta yang memprihatinkan juga katanya Kalsel berada di peringkat keempat dalam hal peredaran narkoba di seluruh Indonesia.
“Kita ada keurutan keempat ya kalau tidak salah di Indonesia. Jadi ini cukup memprihatinkan untuk Kalsel,” ujarnya.
Kendati demikiam, Muhidin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba, karena untuk memperbaiki tingkah laku pecandu.
“Bisa melaporkan orang-orang yang terkena ataupun yang sudah memakai narkoba ini tapi kita melaporkan bukan untuk kita menyakiti tapi itu untuk memperbaiki,” tuturnya.
Mengingat, biaya rehabilitasi tidaklah murah sehingga langkah pencegahan jauh lebih penting.
Dirinya juga mengusulkan agar fasilitas rehabilitasi dapat dibangun oleh para pengusaha di wilayah Kalsel, sebab dunia usaha memiliki peran penting dalam membantu penanganan narkoba.
Menurutnya, pengusaha yang memiliki lahan maupun dana bisa menyisihkan sebagian untuk membangun rumah singgah.
“Sekarang rehabilitasi masih di luar daerah Jawa Barat, jadi nggak perlu lagi kita jauh-jauh ke Bandung untuk mengantarnya. Kalau ada yang punya lahan dan dana, bisa menyisihkan sebagian untuk membangun rumah singgah bagi korban narkoba,” tuturnya.
Dasamping menunggu ke tempat fasilitas jauh, Ia menekankan kebutuhan mendesak untuk penanganan lokal.
“Kalau ada 70 orang yang harus direhab, itu sangat banyak. Maka perlu ada tempat disini agar mereka bisa dipulihkan,” terangnya.
Demikian, Ia mengajak semua pihak untuk berperang melawan narkoba, baik Polisi, Badan Narkotika Nasional, pemerintah, hingga masyarakat harus terus bersatu.
Dengan harapan, generasi muda terlindungi dari bahaya narkotika agar tidak terjerumus lebih dalam.
“Mudah-mudahan pemula jangan sampai terjerumus lebih jauh hingga menjadi ketergantungan,” tutupnya.



