REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, memperkuat barisan dalam memerangi masalah gizi buruk melalui gelaran Pra Musrenbang Tematik Stunting di Halaman Kantor Desa pada Jumat (30/01/2026).
Pertemuan itu menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan intervensi stunting berjalan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan yang lengkap, mulai dari Kasi Pemmas Kecamatan Simpang Empat, Kepala Puskesmas Darul Azhar, hingga aparat keamanan yakni Polmas dan Babinsa Desa Gunung Antasari.
Turut hadir pula Bidan Desa, para Anggota BPD, serta seluruh Ketua dan Sekretaris RT se-Desa Gunung Antasari sebagai ujung tombak informasi di masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Antasari, Syaprullah, menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keterbukaan data dan kerja keras di lapangan.

“Stunting adalah program prioritas nasional yang harus kita kawal hingga ke tingkat RT. Saya meminta seluruh perangkat desa dan para Ketua RT untuk memastikan tidak ada anak yang luput dari pantauan. Kita ingin angka stunting di Gunung Antasari terus menurun menuju zero stunting, karena ini menyangkut masa depan generasi penerus kita,” ujar Syaprullah.
Kepala Puskesmas Darul Azhar juga mengingatkan bahwa faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab stunting, melainkan juga pola asuh.
Ia mengajak para Ketua RT untuk aktif mendorong warga agar rajin berkunjung ke Posyandu.
Senada dengan itu, Bidan Desa juga memaparkan data terkini dan mengusulkan bantuan tambahan bagi keluarga yang terdampak agar intervensi gizi dapat dilakukan secara instan.
Rapat tersebut menegaskan bahwa masalah stunting adalah tanggung jawab bersama, termasuk dalam hal pengamanan dan pendampingan distribusi bantuan sosial nantinya.
Acara ditutup dengan foto bersama dengan pose tangan “Stop”, sebagai simbol perlawanan kolektif terhadap stunting di Desa Gunung Antasari.





