REDAKSI8.COM, KOTABARU – Warga Pulau Laut Utara digemparkan dengan aksi pembunuhan sadis yang menewaskan seorang sopir taksi bernama Sani, warga Desa Sungai Taib. Peristiwa itu terjadi tepat di depan Ruko Gadget Mart, Jalan Surya Gandamana, pada Kamis malam (25/9/2025) sekitar pukul 20.44 WITA.
Menurut informasi yang beredar, korban diduga dibunuh oleh seorang pemuda yang disebut-sebut merupakan anak funk. Korban ditemukan dengan luka gorokan cukup panjang di bagian leher, membuat suasana di sekitar lokasi kejadian sontak mencekam.
Sejumlah saksi menyebutkan, tiga hari sebelum kejadian, korban sempat cekcok dengan seseorang yang bahkan melontarkan ancaman serius, “Awas ya nanti kalau ketemu aku bunuh.” Ancaman itu kini menjadi sorotan, lantaran benar-benar berujung tragis pada malam kejadian.
Tim Redaksi8.com yang mendatangi ruang jenazah di rumah sakit mendapati suasana penuh duka. Warga dan keluarga korban tampak terpukul atas kejadian mengenaskan ini.
Sementara itu, informasi yang dihimpun di sekitar TKP menyebutkan, pelaku diduga sudah merencanakan aksinya dengan matang. Ia disebut mengenakan jas hujan dan masker, sehingga sulit dikenali, serta meninggalkan lokasi tanpa meninggalkan banyak jejak.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Peristiwa ini menyita perhatian publik, terutama setelah video kejadian menyebar luas di media sosial.
Menurut informasi yang beredar, korban diduga dibunuh oleh seorang pemuda yang disebut-sebut merupakan anak funk. Korban ditemukan dengan luka gorokan cukup panjang di bagian leher, membuat suasana di sekitar lokasi kejadian sontak mencekam.
Sejumlah saksi menyebutkan, tiga hari sebelum kejadian, korban sempat cekcok dengan seseorang yang bahkan melontarkan ancaman serius, “Awas ya nanti kalau ketemu aku bunuh.” Ancaman itu kini menjadi sorotan, lantaran benar-benar berujung tragis pada malam kejadian.
Tim Redaksi8.com yang mendatangi ruang jenazah di rumah sakit mendapati suasana penuh duka. Warga dan keluarga korban tampak terpukul atas kejadian mengenaskan ini.
Sementara itu, informasi yang dihimpun di sekitar TKP menyebutkan, pelaku diduga sudah merencanakan aksinya dengan matang. Ia disebut mengenakan jas hujan dan masker, sehingga sulit dikenali, serta meninggalkan lokasi tanpa meninggalkan banyak jejak.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Peristiwa ini menyita perhatian publik, terutama setelah video kejadian menyebar luas di media sosial.



