REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga daging ayam potong di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru mengalami fluktuasi, dari semula Rp24.500 per kilogram, kini menjadi Rp23 ribu per kilogram.
Berdasarkan pantauan Redaksi8.com di lapangan selain di jual dengan cara perkilo, pembeli bisa mendapatkan nya dengan membeli per ekor yakni seharga Rp50 ribu.
Salah satu pembeli ayam potong asal Guntung Paikat Banjarbaru, Swarsini mengatakan, saat ini harga ayam ras potong memang alami penurunan.
“Tadi beli ayam Rp50 ribu per ekor, kalau mahal biasa Rp50 ribu lebih,” sebutnya, Kamis (24/7/25).
Ia mengku, sering membeli ayam potong di Pasar Bauntung Banjarbaru untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
“Iyaa sering beli ayam, kalau ngga kepasar nanti dibawakan kerumah karena sudah langganan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Nor Hikmah mengungkapkan, sejak setengah bulan yang lalu harga ayam potong terus mengalami fluktuasi.
“Harganya turun naik, bilanya weekend naik kalau weekday turun biasa aja harganya,” bebernya.
Menurutnya, hal ini berbeda dari harga sebelum-sebelumnya, karena apabila harga sudah naik maka naik terus, namun sekarang jika turun akan turun terus sehingga tidak stabil.
“Biasanya kalau harga ayam Rp50 ribu masih bisa dikurangi karena harganya dari distributor sudah turun, kalau ini harganya tidak stabil jadi jualnya juga bingung,” ungkapnya.
“Kadang pun harganya Rp55 ribu per ekor,” tambahnya.
Selain harga yang tak stabil, katanya pembeli ayam potong pun juga ikut sepi. Dalam sehari hanya terjual 20 ekor saja, biasanya sampai 30-35 ekor per hari.
“Raminya cuman hari Sabtu dan Minggu, itupun kadang-kadang saja, bisa juga Sabtu sepi Minggu baru ramai,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Hikmah berharap, Pemerintah Banjarbaru dapat melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
“Harapannya ayam ini kalau naik, naik aja, turun-turun saja, ya di stabilkan harganya, jangan naik turun jadi bingung jualnya,” tandasnya.



