REDAKSI8.COM – Melalui video conference yang berlangsung di 9 Provinsi berbeda, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyelenggarakan Temu Stakeholder dan Ekspor Raya Hasil Perikanan secara serempak. Satu dari wilayah yang melangsungkan ekspor raya ialah Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dalam rangka mendukung Kebangkitan Industri Perikanan, Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 9 Pelabuhan itu, diantaranya Teluk Lamong Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Ambon dan Pelabuhan Bima, Jumat (22/11).
Dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dari Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya. Ekspor Raya ini akan melepaskan 648 kontainer dari 95 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang berada di wilayah Surabaya, Jakarta, Medan, Banjarmasin, Bitung, Ambon dan Bima. Dimana total Volume produk yang diekspor seberat 362.076.086 kg dengan nilai Rp. 942.858.617.701. Terdiri dari beberapa Komoditi, diantaranya Rumput Laut, Udang, Rajungan, Kepiting, Kerapu, Kakap, Tuna, Bawal, Gurita, Kodok, Nila dan Sidat.
Selama tahun 2019, Kalimantan Selatan mempunyai 10 Unit Pengolahan Ikan (UPI).
7 diantaranya telah melakukan ekspor produk perikanan ke negara Malaysia, Singapura, China, Jepang, Taiwan, Vietnam, Korea dan Eropa. Komoditi unggulan ekspor perikanan Kalimantan Selatan adalah, Udang Segar Beku, Udang Masak Beku, Rajungan Segar, Labi-Labi, dan Udang Rebong Asin Segar.
Balai KIPM Banjarmasin ikut serta dalam mendorong program Kementerian yakni Meningkatkan Industrialisasi Sektor Perikanan, Mendorong Ekspor Hasil Perikanan Kalsel Dengan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) Langsung Dari Banjarmasin serta Mendorong Peningkatan Unit Pengolahan Ikan (UPI) Untuk Menembus Pasar Internasional.



