REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) gencar menyosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas penerima manfaat. Program MBG menjadi terobosan baru pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan gizi seimbang demi mewujudkan generasi berkualitas.
Sekitar 300 peserta yang terdiri dari masyarakat, tokoh daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan gizi hadir dalam sosialisasi tersebut, di Aula H. Abidin, Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (27/10/2025).
Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana, hadir memberikan penjelasan politik dan dampak program.
Dalam sambutannya, Hj. Mariana menegaskan bahwa program MBG merupakan bukti nyata komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
“Program MBG bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia unggul. Program ini membantu masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Dapur MBG akan membutuhkan tenaga kerja lokal dan bahan pangan dari petani serta nelayan sekitar, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi baru di desa,” terang Mariana.
Sebagai wakil rakyat, Mariana menambahkan bahwa pemenuhan gizi sejak dini menjadi fondasi utama untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ade Tias Maulana dan Indra Wahyudi, masing-masing sebagai Analis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sumdahan Ditjen Pothan Kemhan RI, menyampaikan tinjauan teknis dan implementasi program.
Dari sisi Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan.
“Makan Bergizi Gratis menjadi langkah fundamental menuju Indonesia Emas 2045. Selain meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu hamil, program ini mendorong perputaran ekonomi lokal karena dapur MBG akan bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat,” imbuh Ade Tias Maulana.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Indra Wahyudi, turut menanggapi dengan menjelaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang.
“Gizi yang baik sangat penting bagi ibu hamil, bayi, balita, dan anak-anak karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan masa depan mereka. Program MBG membantu memastikan setiap keluarga mengakses makanan bergizi,” ucap Indra Wahyudi.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan gizi nasional.
Program ini bukan hanya menekan angka gizi buruk, tetapi juga membangun generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
Sekitar 300 peserta yang terdiri dari masyarakat, tokoh daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan gizi hadir dalam sosialisasi tersebut, di Aula H. Abidin, Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (27/10/2025).
Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana, hadir memberikan penjelasan politik dan dampak program.
Dalam sambutannya, Hj. Mariana menegaskan bahwa program MBG merupakan bukti nyata komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
“Program MBG bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia unggul. Program ini membantu masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Dapur MBG akan membutuhkan tenaga kerja lokal dan bahan pangan dari petani serta nelayan sekitar, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi baru di desa,” terang Mariana.
Sebagai wakil rakyat, Mariana menambahkan bahwa pemenuhan gizi sejak dini menjadi fondasi utama untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ade Tias Maulana dan Indra Wahyudi, masing-masing sebagai Analis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sumdahan Ditjen Pothan Kemhan RI, menyampaikan tinjauan teknis dan implementasi program.
Dari sisi Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan.
“Makan Bergizi Gratis menjadi langkah fundamental menuju Indonesia Emas 2045. Selain meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu hamil, program ini mendorong perputaran ekonomi lokal karena dapur MBG akan bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat,” imbuh Ade Tias Maulana.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Indra Wahyudi, turut menanggapi dengan menjelaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang.
“Gizi yang baik sangat penting bagi ibu hamil, bayi, balita, dan anak-anak karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan masa depan mereka. Program MBG membantu memastikan setiap keluarga mengakses makanan bergizi,” ucap Indra Wahyudi.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan gizi nasional.
Program ini bukan hanya menekan angka gizi buruk, tetapi juga membangun generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.



