Kamis, 3 September 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Hidupkan Warisan Dayak Deah, Desa Liyu Kian Kokoh sebagai Destinasi Wisata Budaya Balangan

A. Sibawaihi by A. Sibawaihi
11 Juli 2026
A A
Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Hidupkan Warisan Dayak Deah, Desa Liyu Kian Kokoh sebagai Destinasi Wisata Budaya Balangan
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BALANGAN – Suasana penuh khidmat berpadu dengan semarak budaya mewarnai Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Jumat (10/7/2026), saat masyarakat adat Dayak Deah kembali menggelar Festival Mesiwah Pare Gumboh (MPG) VIII. Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini bukan sekadar perayaan usai panen, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur kepada Sang Pencipta dan penghormatan kepada para leluhur yang telah menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat adat.

Festival yang terus dilaksanakan setiap tahun tersebut kini berkembang menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan di Kabupaten Balangan. Keunikan prosesi adat, kekayaan seni tradisional, serta kuatnya nilai kebersamaan menjadikan Mesiwah Pare Gumboh mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, yang turut menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Liyu karena tetap teguh menjaga tradisi leluhur di tengah derasnya perkembangan zaman.

Menurutnya, konsistensi masyarakat dalam melestarikan adat istiadat merupakan modal penting untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

LihatJuga :

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Pangkalan Bun Nyalakan Listrik Gratis bagi 10 Pelanggan

PLN Gelar Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan untuk Siswa SMKN 1 Kuala Pembuang

Peduli Dampak Karhutla, PLN Kalselteng Salurkan Paket Nutrisi dan Edukasi Kesehatan

Bupati Tanah Bumbu Teken Kesepakatan Percepatan Penanganan Jembatan Non-Nasional di Kalsel

“Ulun sangat mengapresiasi seluruh unsur di Desa Liyu yang telah memelihara adat warisan leluhur dan menyelenggarakannya secara rutin setiap tahun. Festival ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Liyu, tetapi juga menunjang Balangan sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya.

Fauzi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Balangan akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi wisata budaya di Desa Liyu. Namun demikian, pengembangan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai adat agar keaslian tradisi tidak hilang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ia menilai, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, melainkan juga pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, Budianto, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini tetap mempertahankan prosesi adat yang telah menjadi ciri khas festival sejak dahulu.

Prosesi diawali dengan arak-arakan menuju balai ritual yang diikuti masyarakat adat, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan. Selanjutnya dilaksanakan ritual Nyerah Ngemonta, dilanjutkan dengan memasak hasil panen sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan. Puncak kegiatan adalah ritual Mesiwah, yakni pembacaan mantra yang dipimpin tokoh adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus doa agar musim tanam berikutnya kembali membawa hasil yang melimpah.

Selain ritual adat, festival juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Sebanyak tujuh sanggar seni dari Kabupaten Balangan serta sejumlah sanggar dari Kabupaten Tabalong turut menampilkan tarian tradisional dan kesenian daerah yang memukau para pengunjung.

Menurut Budianto, perpaduan antara ritual adat dan pertunjukan budaya menjadi daya tarik tersendiri sehingga Festival Mesiwah Pare Gumboh tidak hanya menjadi milik masyarakat Dayak Deah, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda dan wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya Kalimantan Selatan.

Ia berharap penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang semakin mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, sehingga pelaksanaannya dapat berkembang lebih baik, lebih meriah, dan mampu menjangkau promosi budaya yang lebih luas.

Harapan senada juga disampaikan Kepala Desa Liyu, Sukri. Menurutnya, Mesiwah Pare Gumboh memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar ritual adat atau syukuran panen. Tradisi tersebut menjadi identitas masyarakat Dayak Deah yang mencerminkan nilai gotong royong, persatuan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

Ia mengatakan, festival kini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi. Tidak hanya warga setempat, para perantau hingga wisatawan dari berbagai daerah turut hadir untuk menyaksikan secara langsung kekayaan budaya Desa Liyu.

“Siapa pun yang datang ke desa ini bukanlah tamu, melainkan saudara yang sedang pulang kampung. Kami mengharapkan setiap orang yang datang membawa pulang cerita tentang hangatnya persaudaraan dan suatu saat kembali lagi ke Desa Liyu,” ungkap Sukri.

Semangat keterbukaan tersebut menjadi salah satu kekuatan Desa Liyu dalam membangun pariwisata berbasis budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui penyelenggaraan Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, masyarakat Dayak Deah kembali menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting untuk membangun masa depan. Di tengah arus modernisasi, festival ini menjadi bukti bahwa budaya lokal mampu tetap hidup, berkembang, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Dengan dukungan pemerintah dan komitmen masyarakat adat, Festival Mesiwah Pare Gumboh diharapkan terus menjadi ikon budaya Kabupaten Balangan, memperkenalkan kearifan lokal Dayak Deah kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus menjaga agar nilai-nilai luhur leluhur tetap lestari dari generasi ke generasi.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Bupati Tanah Bumbu Teken Kesepakatan Percepatan Penanganan Jembatan Non-Nasional di Kalsel

Bupati Tanah Bumbu Teken Kesepakatan Percepatan Penanganan Jembatan Non-Nasional di Kalsel

by erna wati
2 September 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BIMBU - Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menandatangani Kesepakatan Bersama Pilot Project Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional di...

Pemkab Tanah Bumbu Sosialisasikan Tertib Jasa Konstruksi Sesuai Permen PUPR 1/2023, Libatkan 92 Badan Usaha

Pemkab Tanah Bumbu Sosialisasikan Tertib Jasa Konstruksi Sesuai Permen PUPR 1/2023, Libatkan 92 Badan Usaha

by erna wati
2 September 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan...

DPRD Tanah Bumbu Gelar Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemadangan Umum Fraksi Terkait RAPBD Perubahan 2026

DPRD Tanah Bumbu Gelar Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemadangan Umum Fraksi Terkait RAPBD Perubahan 2026

by erna wati
2 September 2026

REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In