REDAKSI8.COM, BANJAR – Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Muhammad HS, mengajak seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banjar untuk tampil sebagai generasi muda yang berkarakter, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, kader pelajar NU harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan yang kini mengancam generasi muda, mulai dari penyebaran paham radikalisme, maraknya informasi bohong (hoaks), hingga berbagai bentuk pergaulan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan moral bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Muhammad HS saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Banjar Masa Khidmat 2026–2028. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para alumni, serta ratusan kader pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Muhammad HS menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat semangat kebangsaan, serta membentuk karakter pelajar yang moderat, toleran, cerdas, dan berakhlakul karimah.
Ia menilai tantangan yang dihadapi pelajar saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menghadirkan berbagai kemudahan, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, informasi yang menyesatkan, hingga berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis karakter generasi muda.
“Pelajar NU harus menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kita harus mampu menangkal paham radikalisme yang memecah belah bangsa, melawan penyebaran hoaks yang merusak persatuan, serta membentengi diri dari berbagai perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai luhur bangsa,” tegas Muhammad HS.
Menurutnya, kader IPNU dan IPPNU harus mampu menjadi contoh di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan mengedepankan sikap santun, toleran, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Organisasi pelajar NU, kata dia, memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.
Muhammad HS juga memberikan perhatian khusus terhadap derasnya arus informasi di era digital. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak, namun juga dapat menjadi ancaman apabila dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau mengandung provokasi.
Karena itu, ia mendorong seluruh kader agar meningkatkan kemampuan literasi digital, membiasakan budaya tabayyun atau melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain. Sikap kritis, menurutnya, menjadi modal penting agar pelajar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.
Selain memperkuat literasi digital, Muhammad HS juga mengajak kepengurusan baru PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Banjar untuk menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan pelajar masa kini. Kegiatan yang mendorong penguatan keimanan, peningkatan kualitas kepemimpinan, pengembangan keterampilan, kepedulian sosial, hingga pengabdian kepada masyarakat dinilai harus menjadi prioritas organisasi.
Ia berharap IPNU dan IPPNU mampu menjadi ruang yang sehat bagi pelajar untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi, sekaligus mengembangkan potensi diri sehingga lahir generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai warga Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, Muhammad HS menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial ataupun pergantian kepemimpinan organisasi. Momentum tersebut merupakan awal dari amanah dan tanggung jawab besar untuk membawa organisasi semakin maju, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin serta tradisi keilmuan dan kebangsaan yang diwariskan Nahdlatul Ulama.
Dengan semangat kepengurusan baru, ia berharap PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Banjar mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mencetak generasi muda yang religius, nasionalis, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pelantikan tersebut pun menjadi momentum memperkokoh komitmen kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Banjar untuk terus hadir sebagai pelopor pendidikan karakter, penjaga nilai-nilai kebangsaan, sekaligus agen perubahan yang membawa manfaat bagi pelajar, masyarakat, dan kemajuan Kabupaten Banjar di masa mendatang.



