REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya memperkuat kolaborasi dan jejaring antar Desa terus digencarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar. Salah satu wujud konkretnya adalah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitasi Kerja Sama Antar Desa BUMDesa dengan Pihak Ketiga, yang digelar di Hotel Delima, Kecamatan Kertak Hanyar, Kamis (18/9/2025).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas PMD Banjar, Muhammad Hafizh Anshari. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Bimtek ini bukan hanya forum pelatihan, tetapi juga momentum penting bagi para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk membangun jejaring usaha yang lebih luas, baik antar-Desa maupun dengan sektor swasta.
“Simak dan ikuti dengan baik kegiatan Bimtek ini, agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan dalam pengelolaan BUMDesa. Kesempatan seperti ini jangan disia-siakan untuk mencari jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan usaha Desa ke depan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Hafizh juga memberikan apresiasi kepada para pengurus BUMDesa yang hadir dengan komitmen penuh. Menurutnya, keseriusan peserta dalam menyerap materi, berdiskusi, dan menjalin interaksi akan menjadi modal penting untuk memperkuat posisi BUMDesa sebagai pilar kemandirian ekonomi Desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kemitraan dan Kawasan Perdesaan (EKKP) DPMD Banjar, GT. Muhammad Chandra Suryana, menegaskan bahwa penyelenggaraan Bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam memberikan dukungan nyata kepada BUMDesa.
“Kami ingin para pengurus BUMDesa tidak hanya paham regulasi, tetapi juga mampu membangun jejaring kemitraan yang kuat dan berkelanjutan. Dengan begitu, BUMDesa bisa menghadirkan inovasi usaha, mengoptimalkan potensi lokal Desa, dan pada akhirnya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari, 18–19 September 2025, dengan rangkaian materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman teknis peserta mengenai regulasi, strategi kerja sama, serta praktik pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga menghadirkan forum diskusi, studi kasus, hingga simulasi kerja sama antar-Desa dan pihak ketiga.
Para peserta yang terdiri dari pengurus BUMDesa se-Kabupaten Banjar mendapatkan kesempatan luas untuk berdialog dengan narasumber, berbagi pengalaman, dan menjajaki kemungkinan kolaborasi baru. Suasana kegiatan tampak dinamis, di mana peserta antusias menanyakan berbagai hal terkait pengelolaan usaha, peluang kemitraan dengan perusahaan, hingga strategi menghadapi tantangan di era persaingan ekonomi digital.
Melalui kegiatan ini, DPMD Banjar berharap BUMDesa di wilayahnya mampu meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha, memperluas jaringan kerja sama yang produktif, serta menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“BUMDesa adalah ujung tombak kemandirian Desa. Dengan jejaring yang kuat, BUMDesa tidak hanya menjadi mesin ekonomi di tingkat lokal, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan daerah yang lebih luas,” pungkas Hafizh.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kehadiran forum Bimtek seperti ini diyakini akan memperkuat posisi BUMDesa di Kabupaten Banjar, sekaligus menjadi langkah strategis menuju Desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Ancaman Karhutla di Kalsel Meningkat, BMKG Deteksi 22 Titik Panas di Delapan Daerah
REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali meningkat. Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi,...



