REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru bersama Pemerintah Kota Banjarbaru resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Aula RSD Idaman, Kota Banjarbaru, pada Jumat (3/7/2026).

Langkah itu menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Banjarbaru dan sekitarnya.
Melalui kolaborasi dengan rumah sakit rujukan nasional sekelas RSCM, RSD Idaman terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan layanan unggulan di RSD Idaman.
Meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat lokal.
Kemudian mendukung transformasi layanan kesehatan di Kota Banjarbaru supaya selaras dengan standar nasional.
Kerja sama yang disepakati oleh kedua belah pihak mencakup berbagai aspek vital dalam pengelolaan dan operasional rumah sakit.
Beberapa poin penting dalam kolaborasi itu meliputi pengembangan Layanan Kesehatan, yakni penguatan program-program klinis dan medis yang ada di RSD Idaman.
Lalu peningkatan kompetensi SDM, Pendidikan, pelatihan dan pengembangan kapasitas para tenaga medis maupun non-medis.
Pendidikan dan Penelitian, kolaborasi riset di bidang kesehatan guna mendukung inovasi medis.
Pemanfaatan Teknologi Informasi, digitalisasi dan integrasi sistem informasi kesehatan demi pelayanan yang lebih efisien.
Lebih jauh, tata kelola dan mutu pelayanan, yakni penguatan tata kelola rumah sakit serta pendampingan intensif dalam peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas RSD Idaman sebagai rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, aman, dan senantiasa berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru saat ini adalah dr. Danny Indrawardhana.



