REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Upaya melawan radikalisme kini dituntut lebih dari sekadar pendekatan keamanan. Dibutuhkan strategi yang menyentuh akar persoalan, mulai dari pola pikir, pendidikan, hingga nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Gagasan itulah yang mengemuka dalam sebuah disertasi bertajuk “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”. Karya akademik ini dinilai menghadirkan terobosan penting karena menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif, realistis, dan aplikatif.


Berbeda dari pendekatan konvensional, disertasi ini menekankan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan dan moderasi beragama sejak dini sebagai fondasi utama membangun ketahanan sosial. Fokusnya bukan hanya pada penanganan, tetapi pada pencegahan yang berkelanjutan.
Tak berhenti pada teori, penelitian ini juga merumuskan model nyata yang dapat diterapkan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga organisasi keagamaan.
Dalam pemaparannya di forum akademik, disertasi ini dinilai memiliki kekuatan pada tiga hal utama: strategi komunikasi kebijakan yang efektif, pendekatan pendidikan sosial yang adaptif, serta kolaborasi lintas sektor.
“Ini bisa menjadi referensi penting dalam merancang program deradikalisasi berbasis edukasi dan budaya lokal,” ungkap salah satu penguji.
Pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam model yang ditawarkan. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga diposisikan sebagai aktor utama dalam menanamkan nilai kebangsaan secara berkelanjutan.
Pasalnya, radikalisme tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dari celah sosial, minimnya dialog, serta kesenjangan pemahaman. Karena itu, strategi yang dibangun harus mampu menjembatani nilai agama dengan semangat kebangsaan secara harmonis.
Dalam konteks ini, UIN Raden Intan Lampung kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan Islam moderat yang inklusif dan berwawasan kebangsaan. Kampus ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang praktik sosial dalam merawat keberagaman.
Harapannya, UIN Raden Intan Lampung terus menjadi “rumah besar” moderasi beragama di Provinsi Lampung, sekaligus pusat riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, disertasi ini menjadi pengingat penting: melawan radikalisme bukan hanya soal membendung, tetapi juga menanam nilai, menumbuhkan kesadaran, dan membangun masa depan yang lebih damai melalui pendidikan yang cerdas dan berkelanjutan. (Pembaruan.id)



