REDAKSI8, LAMPUNG – Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kabupaten Pringsewu. Dirga Al-Fatih Abrar Antoro, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Pringsewu, berhasil menorehkan Juara I kategori Solo Song pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Provinsi Lampung 2025. Kemenangan ini mengantarkan Dirga menjadi wakil Provinsi Lampung untuk melaju ke panggung nasional.
Persiapan matang terus dilakukan Dirga sebelum menghadapi ajang bergengsi tersebut. Tidak hanya fokus berlatih vokal, Dirga juga semakin terbiasa tampil di depan publik. Baru-baru ini, ia dipercaya menyumbangkan suara dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pringsewu. Tak hanya itu, kehadirannya dalam Kejuaraan Daerah Karate Pringsewu 2025 juga semakin mengasah mental bertanding serta kepercayaan dirinya.
Ayah Dirga, Budi, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian sang anak. Menurutnya, perjalanan Dirga di dunia tarik suara tidaklah instan, melainkan buah dari kegigihan dan konsistensi sejak usia dini.
“Dirga sudah hobi menyanyi sejak masih di bangku TK. Dari kelas 1 SD hingga sekarang, ia sudah menorehkan banyak prestasi di tingkat sekolah hingga kabupaten. Juara di provinsi ini menjadi pembuktian bahwa bakatnya bisa bersaing di level lebih tinggi,” ujar Budi dengan penuh haru.
Ia menambahkan, FLS2N bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah penting dalam mengembangkan bakat seni generasi muda.
“Lembaga pendidikan harus terus mendorong anak-anak mengekspresikan kreativitas mereka. Seni dapat menjadi jalan untuk membentuk kepercayaan diri sekaligus karakter positif dalam diri siswa,” tambahnya.
FLS2N sendiri merupakan kegiatan tahunan tingkat nasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari 38 provinsi di Indonesia. Ajang ini diikuti oleh siswa mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Sebelumnya, kegiatan ini dikenal dengan nama Jambore Seni Nasional sebelum resmi berganti menjadi FLS2N pada tahun 2008.
Saat ini, Dirga telah memasuki tahap semifinal nasional. Proses seleksi dilakukan secara bertahap melalui unggahan video penampilan yang dinilai langsung oleh dewan juri pusat.
“Alhamdulillah, dari 38 provinsi, Dirga sudah lolos ke semifinal. Baru saja kami mengunggah video kedua sebagai syarat menuju final. Kami terus berdoa agar langkahnya dilancarkan,” jelas Budi.
Tidak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, guru-guru, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang selalu memberikan dukungan penuh.
“InsyaAllah, jika lolos ke final, Dirga akan berangkat ke Jakarta mewakili Lampung. Mohon doa dari seluruh masyarakat, semoga Dirga bisa tampil maksimal dan membawa nama baik daerah,” pungkasnya.
Keikutsertaan Dirga di tingkat nasional tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga simbol semangat generasi muda Lampung untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang seni budaya.
Persiapan matang terus dilakukan Dirga sebelum menghadapi ajang bergengsi tersebut. Tidak hanya fokus berlatih vokal, Dirga juga semakin terbiasa tampil di depan publik. Baru-baru ini, ia dipercaya menyumbangkan suara dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pringsewu. Tak hanya itu, kehadirannya dalam Kejuaraan Daerah Karate Pringsewu 2025 juga semakin mengasah mental bertanding serta kepercayaan dirinya.
Ayah Dirga, Budi, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian sang anak. Menurutnya, perjalanan Dirga di dunia tarik suara tidaklah instan, melainkan buah dari kegigihan dan konsistensi sejak usia dini.
“Dirga sudah hobi menyanyi sejak masih di bangku TK. Dari kelas 1 SD hingga sekarang, ia sudah menorehkan banyak prestasi di tingkat sekolah hingga kabupaten. Juara di provinsi ini menjadi pembuktian bahwa bakatnya bisa bersaing di level lebih tinggi,” ujar Budi dengan penuh haru.
Ia menambahkan, FLS2N bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah penting dalam mengembangkan bakat seni generasi muda.
“Lembaga pendidikan harus terus mendorong anak-anak mengekspresikan kreativitas mereka. Seni dapat menjadi jalan untuk membentuk kepercayaan diri sekaligus karakter positif dalam diri siswa,” tambahnya.
FLS2N sendiri merupakan kegiatan tahunan tingkat nasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari 38 provinsi di Indonesia. Ajang ini diikuti oleh siswa mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Sebelumnya, kegiatan ini dikenal dengan nama Jambore Seni Nasional sebelum resmi berganti menjadi FLS2N pada tahun 2008.
Saat ini, Dirga telah memasuki tahap semifinal nasional. Proses seleksi dilakukan secara bertahap melalui unggahan video penampilan yang dinilai langsung oleh dewan juri pusat.
“Alhamdulillah, dari 38 provinsi, Dirga sudah lolos ke semifinal. Baru saja kami mengunggah video kedua sebagai syarat menuju final. Kami terus berdoa agar langkahnya dilancarkan,” jelas Budi.
Tidak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, guru-guru, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang selalu memberikan dukungan penuh.
“InsyaAllah, jika lolos ke final, Dirga akan berangkat ke Jakarta mewakili Lampung. Mohon doa dari seluruh masyarakat, semoga Dirga bisa tampil maksimal dan membawa nama baik daerah,” pungkasnya.
Keikutsertaan Dirga di tingkat nasional tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga simbol semangat generasi muda Lampung untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang seni budaya.



