REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dari ratusan calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Banjarmasin, terdapat 2 anak muda asal Banjarmasin.
Salah satunya Muhammad Nafis (20), jemaah asal Banjarmasin Utara yang menjadi jemaah termuda di kloternya.


Ia mengaku, dirinya telah didaftarkan haji sejak usia lima tahun sebelum masuk sekolah dasar (SD).
“Ulun umurnya sekarang 20 tahun. Ya termuda dari kolater 1. Kemarin memdaftar itu 2011 Desember, kayaknya umur 5 tahun belum masuk SD lagi. Cuman sekarang kan peraturan belum ada umur jadi masih bisa daftar haji,” ujarnya, Kamis (23/4/26) malam.
Nafis menyampaikan, sangat bahagia karena bisa menunaikan ibadah haji bersama keluarganya, sehingga momen ini tidak hanya menjadi perjalanan spiritual tetapi juga kebersamaan yang berharga.
“Berangkatnya sekeluarga be5 orang. Alhamdulillah pastinya senang, karena umur masih muda juga jadi senang aja,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap merasakan gugup karena tidak menyangka bisa berangkat haji di usia yang muda.
“Ada perasaan gugup aja, tidak ada expect gitu, umur saya segini sudah masuk haji,” ucapnya.
Terkait persiapan yang dilakukan pun tidak jauh berbeda dengan jemaah lainnya, dengan fokus pada kesehatan fisik, manasik dan kebutuhan pribadi.
“Kalau persiapan itu paling banyak di menasik, dan fisik aja sih sama persiapan kayak baju-baju yang lain,” katanya.
Selain Nafis, kisah serupa juga datang dari Putri Amalia (24), jemaah asal Banjarmasin Timur yang telah terdaftar sejak usia 10 tahun.
“Saat ini usia 24 tahun. Daftar hajinya dari 2011, diumur 10 tahun. Alhamdulillah senang juga bahagia ya bisa berangkat di tahun ini,” tuturnya.
Awalnya, ia dijadwalkan berangkat bersama kedua orang tuanya, namun rencana berubah setelah sang ayah meninggal dunia dan digantikan oleh kakaknya.
“Berangkatnya sama mama, sama bapak harusnya, tapi setelah bapak meninggal jadi digantikan sama kakak,” imbuhnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, Putri sudah menyiapkan kondisi fisik dengan membawa obat-obatan pribadi.
“Kita ada persiapan obat-obatan ya buat memulihkan badan jadi ibadah disana lebih lancar,” pungkasnya.
Moment ini menunjukkan bahwa perencanaan haji sejak dini membuka peluang bagi masyarakat untuk berangkat di usia muda.



