REDAKSI8.COM, SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Dra. Lucy Kurniasari, menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Graha Erwe Lima, Lakarsantri, Surabaya, Sabtu (25/10/2025).
Tampak ratusan peserta memadati acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB tersebut, menunjukkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat.
Dalam paparannya, Dra. Lucy Kurniasari menekankan komitmen DPR RI untuk mendukung Program Bangga Kencana sebagai upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Ia menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menyiapkan generasi emas 2045 dan menurunkan angka stunting melalui sinergi lintas sektor.
“Program ini menjadi strategi kunci dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan berdaya saing,” jelas Lucy.
Sebagai langkah percepatan, BKKBN bersama mitra kerja meluncurkan Program 5 Quick Win, yang mencakup: pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan layanan KB, pemanfaatan data keluarga, penguatan Kampung KB, serta integrasi layanan KB dan kesehatan reproduksi.
Mendukung hal tersebut, Drs. Sukaryo Teguh Santoso dalam sambutannya menekankan bahwa strategi penggerakan masyarakat perlu dilakukan secara kolaboratif.
“Perlu dibangun kesadaran bahwa program Bangga Kencana bukan hanya tanggung jawab BKKBN semata, melainkan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi unggul,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama, Sunarto, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kemendukbangga, menegaskan peran vital komunikasi publik.
“Komunikasi publik adalah kunci keberhasilan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Dengan strategi yang inklusif, edukatif, dan berbasis data, BKKBN membangun kolaborasi aktif bersama media, mitra kerja, dan masyarakat,” papar Sunarto.
Ia pun menambahkan bahwa BKKBN terus mendorong inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, untuk menjangkau generasi muda.
“Kampanye yang kreatif dan berbasis komunitas menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran kolektif,” tambahnya.
Sementara itu, Amanda Aprillia Surya Ningtyas dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi.
“Dalam mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, BKKBN Jawa Timur terus memperkuat tata kelola organisasi melalui penerapan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM,” ujar Amanda.
Kegiatan yang juga menghadirkan dr. Atiek Tri Arini dari DP3AP2KB Kota Surabaya ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta.
Warga pun merasa sangat terbantu dengan adanya konsultasi kesehatan dan edukasi mengenai pentingnya membangun keluarga berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Tampak ratusan peserta memadati acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB tersebut, menunjukkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat.
Dalam paparannya, Dra. Lucy Kurniasari menekankan komitmen DPR RI untuk mendukung Program Bangga Kencana sebagai upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Ia menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menyiapkan generasi emas 2045 dan menurunkan angka stunting melalui sinergi lintas sektor.
“Program ini menjadi strategi kunci dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan berdaya saing,” jelas Lucy.
Sebagai langkah percepatan, BKKBN bersama mitra kerja meluncurkan Program 5 Quick Win, yang mencakup: pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan layanan KB, pemanfaatan data keluarga, penguatan Kampung KB, serta integrasi layanan KB dan kesehatan reproduksi.
Mendukung hal tersebut, Drs. Sukaryo Teguh Santoso dalam sambutannya menekankan bahwa strategi penggerakan masyarakat perlu dilakukan secara kolaboratif.
“Perlu dibangun kesadaran bahwa program Bangga Kencana bukan hanya tanggung jawab BKKBN semata, melainkan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi unggul,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama, Sunarto, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kemendukbangga, menegaskan peran vital komunikasi publik.
“Komunikasi publik adalah kunci keberhasilan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Dengan strategi yang inklusif, edukatif, dan berbasis data, BKKBN membangun kolaborasi aktif bersama media, mitra kerja, dan masyarakat,” papar Sunarto.
Ia pun menambahkan bahwa BKKBN terus mendorong inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, untuk menjangkau generasi muda.
“Kampanye yang kreatif dan berbasis komunitas menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran kolektif,” tambahnya.
Sementara itu, Amanda Aprillia Surya Ningtyas dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi.
“Dalam mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, BKKBN Jawa Timur terus memperkuat tata kelola organisasi melalui penerapan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM,” ujar Amanda.
Kegiatan yang juga menghadirkan dr. Atiek Tri Arini dari DP3AP2KB Kota Surabaya ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta.
Warga pun merasa sangat terbantu dengan adanya konsultasi kesehatan dan edukasi mengenai pentingnya membangun keluarga berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.



