REDAKSI8.COM, TANAH LAUT – Ratusan warga memadati Aula Sinar Hotel dalam rangka mengikuti sosialisasi program Bangga Kencana dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerjanya, Komisi IX DPR RI di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (27/10/2025).
Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB tersebut menghadirkan Anggota DPR-RI Komisi IX Hj. Mariana, dan perwakilan dari BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Endras Wari Kusuma Ardhani, serta Kabid PPDI DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Jami’ah.
Dalam sambutannya, Hj. Mariana menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi itu merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga.
Mariana juga mengajak seluruh peserta berpartisipasi aktif menyebarluaskan informasi pembangunan keluarga.
“Pembangunan keluarga harus menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa, sebab keluarga yang sehat, berpendidikan, dan berdaya ekonomi akan melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan,” jelas Mariana.
Sementara itu, Endras Wari Kusuma Ardhani menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kinerja tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak.
Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kolaborasi antar tingkat pemerintahan agar program berdampak nyata.
“Peran tenaga lapangan bukan hanya sebatas pelaksana teknis, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berperan dalam membangun kesadaran, mengedukasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai ketahanan keluarga,” terang Endras.
Ia pun berharap kegiatan itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kerja, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan koordinasi antar lini dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju generasi Indonesia emas.
Jami’ah, mewakili pemerintah daerah, menambahkan bahwa data yang valid memegang peran strategis dalam menentukan arah kebijakan.
Ia juga memaparkan berbagai strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem informasi keluarga.
“Bahwa keberhasilan pengendalian penduduk tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan data, tetapi juga oleh komitmen dan kolaborasi semua pihak dalam memanfaatkan data tersebut secara berkelanjutan. Seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga lini lapangan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup keluarga,” tambah Jami’ah.
Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB tersebut menghadirkan Anggota DPR-RI Komisi IX Hj. Mariana, dan perwakilan dari BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Endras Wari Kusuma Ardhani, serta Kabid PPDI DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Jami’ah.
Dalam sambutannya, Hj. Mariana menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi itu merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga.
Mariana juga mengajak seluruh peserta berpartisipasi aktif menyebarluaskan informasi pembangunan keluarga.
“Pembangunan keluarga harus menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa, sebab keluarga yang sehat, berpendidikan, dan berdaya ekonomi akan melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan,” jelas Mariana.
Sementara itu, Endras Wari Kusuma Ardhani menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kinerja tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak.
Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kolaborasi antar tingkat pemerintahan agar program berdampak nyata.
“Peran tenaga lapangan bukan hanya sebatas pelaksana teknis, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berperan dalam membangun kesadaran, mengedukasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai ketahanan keluarga,” terang Endras.
Ia pun berharap kegiatan itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kerja, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan koordinasi antar lini dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju generasi Indonesia emas.
Jami’ah, mewakili pemerintah daerah, menambahkan bahwa data yang valid memegang peran strategis dalam menentukan arah kebijakan.
Ia juga memaparkan berbagai strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem informasi keluarga.
“Bahwa keberhasilan pengendalian penduduk tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan data, tetapi juga oleh komitmen dan kolaborasi semua pihak dalam memanfaatkan data tersebut secara berkelanjutan. Seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga lini lapangan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup keluarga,” tambah Jami’ah.



