REDAKSI8.COM – “Situasi listrik nasional kita hari ini sudah prihatin. Kemungkinan akan ada pemadaman secara bergilir karena pasokan batu bara yang tidak stabil,” tulis Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Faisol Riza, di akun instagramnya @faisol8418, Senin (25/1).
Dalam caption yang menyertai postingannya itu, ditambahkan olehnya pemadaman listrik secara bergilir kemungkinan akan terjadi hingga Maret 2021 mendatang.

“Kemungkinan sampai maret,” tuturnya dalam caption postingannya tersebut.
Dikutip dari CNNIndonesia, Kementerian ESDM memastikan tidak ada pemadaman listrik bergilir hingga Maret mendatang.
Kementerian ESDM menjamin pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menyuplai listrik ke perusahaan setrum negara, PT PLN (Persero).
“Ini pertanyaan sangat mendasar, pak Januari padam tidak sampai akhir? Tidak, sekarang tanggal 27, tidak Insyaallah tidak ada (pemadaman listrik). Jadi, sampai 31 Januari haqqul yakin Insyaallah tidak ada kekurangan pasokan listrik,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dalam konferensi pers, Rabu (27/1).
Tidak hanya pada awal tahun saja, Rida juga menjamin listrik tidak akan padam pada Februari dan Maret mendatang.
Semua perusahaan produsen batu bara sudah menyampaikan komitmennya untuk memenuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) kepada perusahaan produsen batu bara tahun ini.
Untuk diketahui, porsi DMO sendiri, yakni 25 persen dari rencana jumlah produksi batu bara 2021 yang disetujui oleh pemerintah.
“Februari bagaimana? Tadi saya bilang Februari itu PLN perlukan tambahan 1,2 juta metrik ton (batu bara) tapi sudah ditegaskan Pak Ridwan (Dirjen Minerba). Dari sisi pemasok ada beberapa malah produsen batu bara yang melebihi DMO. Komitmen tinggi. Saya kok yakin di Februari juga tidak akan ada sampai krisis seperti itu,” jelasnya.
Hal serupa juga dipastikan berlanjut pada Maret mendatang. Kementerian ESDM mengklaim sudah berusaha sekuat tenaga agar pemadaman listrik tidak terjadi di tengah pandemi covid-19 dan musim penghujan.
“Begitupun dengan Maret, karena apa kalau dari sisi komitmen kita dengar Pak Ridwan mencukupi,” imbuh dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan sebanyak 45 perusahaan produsen batu bara telah menyampaikan komitmen DMO kepada Kementerian ESDM.
“Semua perusahaan pemasok batu bara kepada PLN sudah katakan komitmennya untuk penuni kewajibannya pada waktu yang disepakati,” tuturnya.
Sedangkan untuk kondisi kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sendiri dipaparkan oleh Asisten Maneger Komunikasi PT PLN Persero Kalselteng, Gian Wijaya, pasokan listrik di Kalsel sekarang masih dalam kondisi cukup.
“Kita pun sudah interkoneksi antara Kaltim, Kalsel dan Kalteng. Jadi tidak hanya di pasok dari Kalselteng saja tapi juga dari Kaltim,” urainya kepada reporter ini di Kantor pusat PT PLN Persero Kalselteng, Rabu (27/1).
Ia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah membangun transmisi ke wilayah Kalimantan Barat. Sementara PT PLN Kalselteng menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar Batu Bara dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
“Intinya kondisi kelistrikan di Kalsel aman,” tandasnya.
Berdasarkan data dari bahan paparan PLN kepada Komisi VII DPR RI pada November 2020 lalu, disebutkan porsi PLTU secara Nasional masih mayoritas, yakni 50,4 persen atau kapasitas 31.827 MW.
Disusul oleh pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 12,6 persen atau kapasitas 7.992 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) sebesar 10,7 persen atau kapasitas 12.137 MW
Dari data Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara (HBA) pada Januari 2021 sebesar US$75,84 per ton. Angka itu naik 27,14 persen dari posisi Desember 2020 yang sebesar US$59,65 per ton.



